JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji kekuatannya. Sentimen positif dari penguatan bursa global, diharapkan dapat mendorong penguatan indeks saham domestik.
Catatan positif sejumlah data perekonomian di Amerika Serikat -manufaktur, konsumer, serta penjualan dan laporan keuangan emiten- mendongkrak performa indeks saham di Wall Street semalam waktu Indonesia.
Indeks Dow Jones industrial average naik 136,16 (1 persen) ke level 13.232,62. Itu adalah capaian tertinggi sejak 13 September lalu. Indeks S&P500 menguat 15,43 poin (1,1 persen) ke level 1.427,59, dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 42,83 poin (1,4 persen) kel evel 3.020,06.
IHSG pada perdagangan kemarin justru turun 14,93 poin (0,34 persen) ke level 4.335,36, dengan jumlah transaksi sebanyak 15,66 juta lot atau setara Rp 6,23 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 445,27 miliar, dengan saham yang paling banyak dijual adalah BBRI, BMRI, ASII, GGRM, dan TLKM.
Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.622 per dollar AS. Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, penurunan IHSG itu membuat stochastic kembali mengarah ke arah negatif walaupun ADX masih uptrend.
Untuk perdagangan hari ini, terlihat IHSG masih akan mengalami sentimen variatif dengan kecenderungan turun. Level support indeks ada di rentang 4.265 dan resistance 4.365. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah UNVR, BBCA, dan INTP.
Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.