30 November 2012

KOMPAS.com: Warga Palestina Gegap-gempita Sambut Kemenangan

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Warga Palestina Gegap-gempita Sambut Kemenangan
Nov 29th 2012, 23:09

Warga Palestina Gegap-gempita Sambut Kemenangan

Jumat, 30 November 2012 | 06:09 WIB

Dibaca:

Warga Palestina Gegap-gempita Sambut KemenanganAFP PHOTO / ABBAS MOMANI Warga palestina di Ramallah, Tepi Barat merayakan hasil voting Sidang Majelis Umum PBB, Kamis (29/11/2012) yang mengakui peningkatan status Palestina sebagai negara pemantau non anggota dari status sebelumnay sebagai entitas yang diwakili PLO.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Kemeriahan langsung tampak di Jalur Gaza dan Tepi Barat begitu voting di Majelis Umum PBB, Kamis (29/11/2012) meningkatkan status Palestina sebagai negara non anggota. Warga Palestina merayakan dengan menembakkan sejata ke udara, membuat keramaian, dan saling berpelukan.

Mereka telah menunggu-nunggu hasil voting dengan berkumpul di tempat-tempat umum. Kemeriahan itu jauh berbeda dengan situasi beberapa saat sebelumnya saat mereka menonton voting yang disiarkan di Ramallah, Tepi Barat.

"Saya senang mereka mendeklarasikan sebagai negara meskipun hanya kemenangan moral. Masih banyak orang-orang licik di luar sana, namun ini rasanya lebih baik," kata Rashid al-Kor (39), salah satu warga.

Tidak hanya di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Di Betlehem, kembang api ditembakkan ke langit malam dan gereja-gereja membunyikan lonceng menandai pencapaian baru bagi Palestina.

Dengan meningkatnya status sebagai negara pemantau non anggota di PBB, Palestina tidak lagi dianggap sebagai entitas saja yang selama ini diwakili PLO. Palestina berhak untuk bergabung ke dalam organisasi-organisasi PBB dan terlibat dalam perjanjian-perjanjian internasional.

"Dengan Negara Palestina, kami sekarang bersatu sebagai sebuah bangsa dan suatu kepemimpinan," kata Laila Jaman, seorang keturunan Palestina-Amerika yang turut dalam kemeriahan di Ramallah sambil membawa bendera Palestina dan poster Presiden AS Barack Obama bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Resolusi PBB untuk meningkatkan status Palestina sebagai negara non anggota didukung 138 anggota Majelis Umum PBB termasuk Indonesia. Hanya 9 anggota delegasi yang menolak yakni Israel, Amerika Serikat, Kanada, dan sekutunya. Sementara itu, 41 lainnya memilih abstain.

Sebelumnya, dalam pidato menjelang voting tersebut, Presiden Mahmoud Abbas menyebut pengakuan sebagai negara merupakan napas baru bagi Palestina untuk mendorong negosiasi damai dengan Israel. Namun, bagi Israel, hal tersebut dinilai langkah mundur yang akan membutarkan peta jalan damai kedua belah pihak.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.