DENPASAR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Hindu Muda Indonesia (AHMI) Bali, mengumpulkan dana sosial sebesar Rp 26,30 juta yang akan diserahkan untuk membantu korban kerusuhan antarkampung yang merenggut sejumlah korbn jiwa di Lampung Selatan.
"Pengumpulan dana sosial itu dilakukan dalam aksi simpati, sebagai bentuk keprihatinan terhadap fenomena miris yang dialami masyarakat Bali di perantauan Lampung," kata koordinator kegiatan tersebut, Ni Made Suryatni, di Denpasar, Jumat (2/11/2012).
Ia mengatakan, aksi keprihatinan yang melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali, dilakukan di Bundaran Catur Muka di depan Kantor Wali Kota Denpasar pada Kamis sore kemarin.
Kegiatan sosial yang dilakukan itu, diharapkan mampu meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang kini masih berada di tempat pengungsian.
Ni Made Suryatni berharap, semua pihak lebih peduli terhadap nasib masyarakat pasca kerusuhan, serta menyikapinya dengan arif dan bijaksana.
Sementara itu Ketua Pemuda Bali Bersatu, Gede Ngurah Putra, juga mengingatkan semua pihak untuk segera menghentikan konflik yang berlatar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Konflik di Balinuraga, Lampung Selatan, mengakibatkan sejumlah korban tewas,
sejumlah warga mengalami luka serius, ratusan rumah terbakar, dan ribuan pengungsi menjadi saksi atas tragedi kemanusiaan itu.
Padahal pemicunya sepele, yang kemdudian menjadi faktor pemicu membuat insiden berdarah hingga menjadi isu nasional.
"Kami dari Bali meminta segenap pihak yang bertikai untuk meredakan ketegangan, dan sekaligus mengambil peran aktif dalam proses penanganan pengungsi, dan mencari jalan keluar atas masalah," kata Gede Ngurah Putra.
Sumber: Antara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.