AMBON, KOMPAS.com - Aparat kepolisian menahan 9 warga Desa Haria dan Desa Porto yang ditengarai sebagai pemicu terjadinya bentrok antardesa bertetangga tersebut. Kesembilan warga itu semuanya masih berstatus siswa.
Kesembilan siswa ini ditahan polisi secara terpisah. Tiga siswa asal Desa Haria berinisial LP, JS (18) WK (16) terlebih dahulu diamankan polisi di Mapolsek Saparua. Setelah menangkap ketiganya, beberapa saat kemudian polisi lalu mengamankan enam siswa asal Desa Porto, yang diduga kuat terlibat melakukan pelemparan terhadap sebuah mobil penumpang jurusan Desa Haria yang saat itu sedang melintas di Desa Tiouw. Pelemparan tersebut membuat kaca mobil hancur. Keenam siswa tersebut lalu diamankan bersama tiga siswa yang sebelumnya telah ditangkap, di Mapolsek Saparua.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease kepada wartawan, Rabu (28/11/2012) membenarkan polisi telah mengamankan sembilan siswa dari kedua desa yang diduga kuat menjadi pemicu bentrokan antarwarga.
"Sembilan siswa dari kedua desa sudah kita amankan di Mapolsek Saparua, hingga kini polisi masih memintai keterangan dari mereka," kata Kapolres.
Tawuran antarsiswa kedua desa ini awalnya terjadi di Jalan Pantai Waisisil, dari situ kemudian merembet pada aksi pelemparan mobil penumpang jurusan Desa Haria. Kemudian terjadilah bentrokan yang mengakibatkan satu warga tewas tertembak.
Kapolres menyatakan, saat ini situasi kedua desa tersebut telah dapat dikendalikan sepenuhnya oleh anggotanya. "Saat ini kondisi kedua desa telah dapat dikendalikan," ujarnya singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.