SURABAYA, KOMPAS.com - Sampai saat ini belum ada kepastian pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan kembali bersama dalam Pilgub Jatim, Agustus tahun depan. Namun sejumlah golongan seperti Aliansi Wong Cilik Bersatu (AWCB) Jatim masih berkeinginan pasangan ini kembali bersama untuk mempertahankan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.
Keduanya dinilai sebagai pasangan yang serasi dan representatif mewakili dua golongan besar di Jatim. Soekarwo sebagai perwakilan golongan nasionalis, dan Gus Ipul sebagai wakil dari kalangan religius dalam hal ini, nahdiyin.
''Pasangan ini cukup serasi dalam bekerjasama membangun Jatim, dan memiliki komitmen menolong masyarakat kecil (wong cilik),'' kata Koordinator Aliansi Wong Cilik Bersatu (AWCB) Jatim, Nugroho.
Berbagai wacana yang menyatakan keduanya akan pecah dan menggandeng calon lain, kata Nugroho, adalah hal yang wajar menjelang pesta demokrasi. Namun pihaknya yakin, keduanya masih dicintai masyarakat Jatim dan dipercaya mampu kembali memimpin.
''Wacana politik yang berkembang itu hanya bersifat sementara sebagai euforia partai politik jelang pilgub,'' tambahnya.
Seperti diketahui, wacana pasangan cagub dan cawagub Jatim 2014-2019 terus bergulir. Gubernur Jatim Soekarwo belum juga memastikan siapa yang akan mendampinginya maju cagub Jatim. Jauh-jauh hari dia hanya memberi sinyal akan menggandeng calon wakil gubernur dari kalangan nahdiyin.
Sementara nama-nama figur yang sudah muncul yang akan menjadi cagub dan cawagub Jatim antara lain, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansah, Mantan Kapolda Metro Jaya Untung Surasono Rajab, Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji, mantan wali kota Blitar yang juga Pj Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, dan Wagub Jatim sendiri, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.