JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan sebenarnya tidak ingin menjadi menteri. Ada keinginannya yang cukup sederhana, tapi membuatnya bahagia.
"Sebenarnya saya tidak ingin menjadi menteri. Keluarga (baik istri maupun anak) tidak mau kalau bapaknya menjadi pejabat," kata Dahlan kepada Kompas.com di Jakarta, Sabtu (3/11/2012).
Menurut Dahlan, perjalanannya menjadi menteri ini tidak pernah diduga sebelumnya. Bahkan menjadi Direktur Utama PLN sekalipun.
Saat diangkat menjadi Dirut PLN ini, anaknya juga sempat menolak Dahlan untuk menjadi orang nomor satu di PLN. Apalagi saat ini, Dahlan juga diduga merugikan keuangan negara Rp 37,6 triliun karena inefisiensi di PLN saat Dahlan menjabat.
"Bahkan anak saya dulu juga berjanji tidak akan menginjakkan kakinya di kantor PLN manapun selama saya menjadi Dirut PLN. Dan itu ditepati. Tapi sekarang saat saya digoyang soal inefisiensi, mereka cuma kirim pesan melalui BlackBerry, apakah kondisinya baik-baik saja, saya jawab baik-baik saja," jelasnya.
Menurut Dahlan, sebenarnya keinginan dia sederhana saja. Dahlan tidak ingin menjabat posisi-posisi penting di negara.
"Cita-cita saya dulu, sekitar 5 tahun lalu cuma ingin menjadi guru atau pengajar jurnalistik, memiliki pesantren dan menulis buku. Semuanya terwujud, tapi saya ingin lebih optimal di situ," katanya.
Editor :
Ana Shofiana Syatiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.