KOMPAS/NINA SUSILO Batik pesisir Madura berciri khas pada motif, cara pewarnaan, dan pilihan warnanya. Motif sesek (sisik), pikopi (kembang kopi), dan beras tompa (beras tumpah) bisa dilihat di Pameran Batik Pamekasan di Museum Mandiri, Jakarta, Sabtu (3-4/11/2012) dari pukul 10.00 hingga 15.00. Selain pameran, pengunjung bisa belajar membantik dan membeli kain tradisional nusantara ini.
KOMPAS/NINA SUSILO Batik pamekasan motif mur jamur, dalam Pameran Batik Pamekasan Madura di Museum Mandiri, Jakarta, Sabtu (3/11/2012). Pameran berlangsung sampai Minggu besok pukul 15.00.
KOMPAS/NINA SUSILO Batik pesisir Madura berciri khas pada motif, cara pewarnaan, dan pilihan warnanya. Motif sesek (sisik), pikopi (kembang kopi), dan beras tompa (beras tumpah) bisa dilihat di Pameran Batik Pamekasan di Museum Mandiri, Jakarta, Sabtu (3-4/11/2012) dari pukul 10.00 hingga 15.00. Selain pameran, pengunjung bisa belajar membantik dan membeli kain tradisional nusantara ini.
KOMPAS/NINA SUSILO Batik pamekasan motif biren beras tompa, dalam Pameran Batik Pamekasan Madura di Museum Mandiri, Jakarta, Sabtu (3/11/2012). Pameran berlangsung sampai Minggu besok pukul 15.00.
JAKARTA, KOMPAS.com- Batik tidak hanya kain penutup tubuh untuk masyarakat Madura. Batik digunakan dalam semua siklus kehidupan mulai kelahiran, melamar, menikah, tujuh bulanan, sampai meninggal.
"Motif untuk setiap siklus kehidupan itu berbeda-beda," kata Ketua Komunitas Batik Surabaya (KIBAS) Lintu Tulistyantoro, Sabtu (3/11/2012), di Jakarta.
Salah satu koleksi unik dari KIBAS yang ditampilkan dalam Pameran Batik Pamekasan Madura di Museum Mandiri Jakarta adalah motif biren beras tompah, yang digunakan menutup jenazah secara turun-temurun.
Motif daun biren dengan isian gambar beras tumpah ini menggunakan pewarna alam. Pencuciannya pun menggunakan bahan alami, remasan daun pepaya.
Koleksi batik lawas bermotif lain seperti pi kopi (kembang kopi), kar jagad, mur jamur, okel (simbar menjangan), dan beras tompah juga bisa dinikmati di pameran yang berlangsung sampai Minggu besok.
Editor :
Marcus Suprihadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.