01 November 2012

KOMPAS.com: Museum Sri Baduga Bedah Naskah Kuno Siliwangi

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Museum Sri Baduga Bedah Naskah Kuno Siliwangi
Oct 31st 2012, 18:36

Museum Sri Baduga Bedah Naskah Kuno Siliwangi

Kamis, 1 November 2012 | 01:24 WIB

Dibaca:

Kompas/Didit Putra Erlangga Museum Sri Baduga Bandung

BANDUNG, KOMPAS.com--Museum Sri Baduga Bandung menggelar bedah naskah kuno terkait Prabu Siliwangi dengan tema "Sri Baduga Dalam Kajian Sejarah, Filosofi dan Sastra Lisan" di Hotel Baltika, Kota Bandung, Rabu.

"Sebagian masyarakat Jawa Barat mengidentikan tokoh Prabu Siliwangi adalah Sri Baduga Maharaja Raja Kerajaan Sunda. Dengan begitu hal tersebut akan dibedah oleh para ahli sejarah, filosofi dan sastra lisan sehingga akan diperoleh data yang akurat dan lengkap," papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat  Nunung Sobari MM di Bandung.

Menurut Nunung, data tentang Kerajaan Sunda atau Padjadjaran hingga kini belum banyak diketahui dalam panggung sejarah Jawa Barat. Tokoh yang bergelar Prabu Siliwangi ini lebih banyak diungkap dalam ceritera lokal atau legenda.

Saat ini, lanjutnya, sekitar 146 naskah kuno yang disimpan di museum sebagian besar ditulis di atas kertas media (bahan) kertas tradisional dan buatan pabrik. "Ada juga yang menggunakan media daun lontar  dan nipah,  kayu serta logam tembaga," katanya.

Sedangkan, untuk aksara dan bahasa, menurut Nunung,  yang terdapat dalam naskah kuno koleksi Museum Sri Baduga yang beragam, yaitu Pranagari, Jawa Kuno, Sunda Kuno, Cacarakan, Arab (Pegon) serta Latin. Sementara bahasa yang digunakan Jawa Kuno, Sunda Kuno, Jawa Cirebon dan Arab.

Nunung memaparkan kekayaan naskah kuno yang dimiliki masyarakat Jawa Barat jumlahnya banyak dan beragam, yakni aksara, huruf, bahasa serta bahan. Akan tetapi, sebagian besar telah rusak  dan bahkan disinyalir hampir punah.

"Sebagian besar khazanah naskah kuno belumlah terpelihara secara baik serta belum digali kandungan isinya secara optimal sehingga upaya penelitian, pengkajian dan penyebarluasan perlu makin terus ditingkatkan termasuk melaksanakan kegiatan bedah naskah kuno," kata Nunung.

Salah satu program yang sedang yang kini dilaksanakan Balai Pengembangan Museum Negeri Sri Baduga yaitu Transliterasi dan  Reproduksi Naskah Kuno (Digitalisasi dan Penyalinan) melalui kegiatan peningkatan apresiasi permuseuman Jawa Barat.       

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.