JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca buruk selama beberapa minggu ini berimbas lapangan yang digunakan dalam lanjutan Kompetisi Liga Kompas U-14 di Gedung Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (27/1/2013).
Kondisi lapangan penuh becek dan berlumpur. Namun hal itu mengendurkan semangat para pemain belia tersebut untuk tetap menampilkan penampilan terbaiknya.
Menurut Ari Tasmin, pelatih Tim Persigawa, kondisi lapangan yang buruk cukup mempengaruhi kondisi stamina anak asuhnya. Namun para pemainnya menganggap hal itu bukan menjadi alasan untuk bermain kurang maksimal.
"Mereka begitu bermotivasi untuk bermain bagus dan buktinya kami bisa memenangkan pertandingan melawan tim Jayakarta dengan skor 1-0. kuncinya adalah fokus para pemain yang tetap terjaga untuk bermain baik," Ujar Ari.
Hal yang sama diungkapkan pencetak gol kemenangan Persigawa atas Jayakarta Ragunan, Yazid Zinadine. Menurut Yazid, meskipun bermain di kondisi lapangan yang tergenang air dan dipenuhi lumpur, namun ia tetap bersemangat untuk bermain bagus dalam pertandingan itu.
Sementara itu Sukarna, pelatih tim Jayakarta Ragunan mengungkapkan, meskipun timnya kalah, namun dia tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya. Sukarna melihat para pemainnya tidak bermalas-malasan melakukan serangan maupun menjaga daerah pertahanan, di tengah kondisi lapangan yang kurang baik.
"Kedua tim bermain cukup berimbang, tapi faktor keberuntungan tidak memihak kami,"tutur Sukarna.
Menurut Ketua Komisi Wasit Liga Kompas Gramedia, Benyamin Leobeti, semangat para pemain muda tersebut dipicu karena tidak ingin timnya terdegradasi. "Setiap akhir kompetisi, tiga tim terbawah yang menempati peringkat 14-16 akan terdegradasi. hal inilah yang memicu anak-anak tersebut bermain optimal, agar timnya tidak meraih hasil buruk di akhir kompetisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.