JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II terus menurun. Hingga Januari 2013, hanya 34,3 persen publik yang mengaku puas atas kinerja kabinet. Hal itu terungkap dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipaparkan peneliti LSI Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Selasa ( 29/1/2013 ). Survei itu digelar pada 22-25 Januari 2013 dengan mengambil responden sebanyak 1.200 orang.
Ardian mengatakan, hasil survei pada Januari 201 , tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kabinet masih di angka 52,3 persen. Namun, kepuasan publik itu menurun ketika survei bulan Oktober 2010, yakni 46,5 persen. Lalu, pada September 2011 kembali turun di angka 37,7 persen, hingga akhirnya Januari 2013 hanya tinggal 34,3 persen.
"Dibanding Januari 2010, kepuasan terhadap kinerja kabinet turun sampai 18 persen," kata Ardian.
Jika dilihat dari geografis, sebanyak 66,7 persen responden yang tinggal di perkotaan menyatakan tidak puas atas kinerja kabinet. Adapun, responden di perdesaan mencapai 52,87 persen yang menyatakan hal sama.
Ardian menambahkan, penetapan Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka ketika masih menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kepuasan publik. Sebanyak 84 persen responden menilai penetapan tersangka Andi dalam kasus dugaan korupsi Hambalang itu telah merusak citra kabinet.
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.