28 Januari 2013

KOMPAS.com: Timses Adik Anas: Tudingan "Money Politics" Itu Fitnah

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Timses Adik Anas: Tudingan "Money Politics" Itu Fitnah
Jan 28th 2013, 16:13

SURABAYA, KOMPAS.com - Partai koalisi yang mengusung pasangan Bambang Adyaksa-Anna Luthfie (Bangsa) dalam Pemilihan Bupati Tulungagung membantah tuduhan pihaknya melakukan money politics.

Mereka juga membantah calon wakil bupati mereka, Anna Luthfie, yang juga adik Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, ditangkap. Mereka mengatakan tudingan itu sebagai fitnah dan black campaign.

Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Yunianto Wahyudi yang juga penasihat tim sukses pasangan Bangsa mengatakan, fitnah dan black campign tersebut merupakan upaya melemahkan kekuatan pasangan Bangsa yang diusung oleh koalisi besar (Partai Demokrat, PAN, dan Golkar).

Menurut Masteng, panggilan Yunianto Wahyudi, Anna Luthfie tidak mungkin melakukan money politics sebagaimana yang ditudingkan. Wakil Ketua DPW PAN Jatim itu dinilai sangat berkomitmen pada demokrasi.

Masteng lantas memaparkan kronologi peristiwa yang dikaitkan dengan Anna. Setelah ditelusuri, ternyata informasi ini berasal dari rangkaian kejadian yang dimulai tanggal 25 Januari 2013.

Waktu itu, ada kader Partai Demokrat bernama Soleh. Kader tersebut secara pribadi memiliki sarung berlogo Partai Demokrat dan memberikannya pada kader Demokrat di Desa Bendulwungu. Sarung itu kemudian disimpan oleh kader di Bendulwungu.

Pada Sabtu (26/1/2013), pasangan Bangsa melakukan kampanye putaran terakhir yang dihadiri tokoh nasional, seperti Hatta Rajasa, Akbar Tanjung, dan Anas Urbaningrum.

Ketika kampanye itulah, dibagikan stiker dan atribut pasangan Bangsa kepada warga yang datang. Pada saat itu, kader dari Desa Bendulwungu juga mendapatkan stiker dan atribut dari pasangan Bangsa.

"Hasil penulusuran kami, atribut dan sarung yang diterima kader di Desa Bendulwungu itu disimpan di rumah. Nah, hari Minggu kemarin ada famili kader tersebut yang datang ke rumah dia," ujar Yunianto, Senin (28/1/2013) malam.

Ketika bertamu itulah, si famili itu menemukan sarung berjajar berlogo Partai Demokrat dengan stiker dan beberapa atribut dari pasangan Bangsa. Nah, orang inilah, kata Masteng yang kemudian membawa sarung dan stiker, yang sebelumnya terpisah tidak ada dalam satu plastik, menjadi satu paket. Sehingga seolah ada pembagian sarung dan atribut.

"Dan, jumlah yang dilaporkan bukan ribuan. Hanya tiga lembar sarung dan tiga stiker saja," tegasnya.

Pelaporan dilakukan di tingkat Panwas Kecamatan Sumber Gempol, Tulungagung. "Jadi, tidak ada uang yang katanya Rp 50.000 atau Rp 100.000 yang ditemukan," imbuh Masteng.

Apalagi, Minggu malam atau pada waktu yang bersamaan, Anna Lutfie berada di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel dan bukan di Desa Bendulwungu. "Mas Anna Lutfie sedang bersama anak-anak yatim piatu," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anna Luthfi yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim menegaskan, bahwa kabar yang beredar tentang dirinya tidaklah benar. Dia menilai hal itu merupakan permainan lawan politik untuk menyudutkan dirinya. "Itu gaya lama yang dipakai untuk memojokkan saya," ujar adik kandung Anas Urbaningrum, Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Anna menambahkan, ketika peristiwa money politic dikabarkan terjadi, dia sedang melakukan pengajian bersama anak yatim. "Makanya kami masih menelusuri dan memproses siapa yang tega melakukan black campign keji seperti ini," tegasnya. (Mujib Anwar)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.