29 Januari 2013

KOMPAS.com: Kepuasan terhadap Kepemimpinan SBY Turun

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kepuasan terhadap Kepemimpinan SBY Turun
Jan 29th 2013, 10:20

Survei

Kepuasan terhadap Kepemimpinan SBY Turun

Penulis : Sandro Gatra | Selasa, 29 Januari 2013 | 16:58 WIB

Kepuasan terhadap Kepemimpinan SBY TurunTRIBUNNEWS/DANY PERMANAPresiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2013, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/1/2013). Raker tahunan yang mengambil tema Indonesia Bisa Lebih Baik Lagi tersebut selain diikuti oleh Menteri Kabinet Bersatu II, juga oleh Gubernur dan Walikota/Bupati se-Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut terus menurun. Hingga Januari 2013 , hanya 35,91 persen publik yang mengaku puas atas kepemimpinan SBY. Hal itu terungkap dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipaparkan peneliti LSI Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Ardian menjelaskan, survei itu digelar pada 22-25 Januari 2013 dengan mengambil responden sebanyak 1.200 orang. Dari survei itu, sebanyak 57,72 persen responden mengaku tidak puas dengan kepemimpinan SBY dan 6,38 persen tidak menjawab.

Padahal, kata Ardian, hasil survei yang digelar Juni 2011 , tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan SBY masih di angka 47,2 persen. "Jadi kepuasan terhadap kepemimpinan SBY turun 11,29 persen. SBY dinilai kurang tegas dalam memimpin pemerintahan," kata dia.

Dari hasil survei, publik pun pesimistis terhadap kondisi umum Indonesia hingga 2014 lantaran semakin pudarnya kepercayaan terhadap leadership SBY. Hanya 13,10 persen responden yang memperkirakan kondisi umum Indonesia akan lebih baik. Sebanyak 66,55 persen responden menilai akan sama saja dengan saat ini. Bahkan, 20,34 persen memperkirakan bakal lebih buruk.

"Tahun 2013 adalah tahun terakhir SBY membuat legacy yang baik dan kokoh. Jika tidak, maka SBY akan meneruskan tradisi buruk semua presiden Indonesia, yakni menjadi presiden dengan tepuk tangan meriah, namun dicemooh publik ketika selesai masa jabatannya," pungkas Ardian.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.