BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Puluhan warga Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, mendatangi perumahan Citra Garden, Sabtu (26/1/2013) meminta pertanggungjawaban dan penjelasan banjir akibat jebolnya danau buatan di Citra Garden.
Menggunakan tiga truk, warga mendatangi kompleks perumahan elit itu. Mereka sempat meninjau langsung kondisi waduk yang tanggulnya jebol, sehingga airnya tumpah membanjiri perumahan mereka, menyusul banjir Kamis (24/1//2012) lalu.
Kepada pihak pengembang, warga juga meminta pertanggungjawaban atas banjir yang mengakibatkan rumah mereka berhari-hari kebanjiran. "Kami demo (unjuk rasa) minta santunan. Barang-barang elektronik kami banyak yang rusak. Banjirnya seperti air bah, kencang, karena jebol waduknya. Padahal, puluhan tahun sebelumnya tidak pernah seperti ini," ujar Trisno (40), warga Kampung Sawa Raya, Kelurahan Bakung, Teluk Betung Barat.
Sementara itu, Daniel Reinhard Siregar dari manajemen pengembang Citra Garden, mengatakan, jebolnya tanggul danau adalah karena hujan ekstrim. "Itu adalah bencana alam. Jika tidak ada danau ini, perumahan di bawah (Bakung), malah bisa tenggelam. Air ditampung dulu di danau ini," ujarnya.
Meskipun demikian, ucapnya, pihaknya tidak menutup diri dengan kesulitan yang dialami warga akibat jebolnya danau di Perumahan Citra Garden itu. "Kami tengah meninjau dan menginventarisir (kondisi). Kami pun sudah memberikan bantuan makanan ke mereka, mungkin juga air bersih," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.