26 Januari 2013

KOMPAS.com: Nasdem: Ada yang Gelisah dan Tak Ingin Partai Maju

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Nasdem: Ada yang Gelisah dan Tak Ingin Partai Maju
Jan 26th 2013, 10:59

Nasdem: Ada yang Gelisah dan Tak Ingin Partai Maju

Penulis : Sabrina Asril | Sabtu, 26 Januari 2013 | 17:30 WIB

Nasdem: Ada yang Gelisah dan Tak Ingin Partai MajuKOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESAnggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Enggartiasto Lukita (kiri) bersalaman dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan disaksikan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella (tengah) seusai konferensi pers di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2013). Dalam konferensi pers tersebut Enggartiasto Lukita menyatakan telah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar dan melepaskan jabatannya di Komisi I DPR RI untuk kemudian bergabung dengan Partai Nasdem.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem mengaku isu perpecahan yang tengah menerpa partai ini tidak akan berpengaruh pada kesolidan internal partai. Ketua Bapilu Partai Nasdem, Ferry Mursidan Baldan bahkan menuding kader-kader partai yang mengundurkan diri berniat tidak mau memajukan partai.

"Kami melihat ini merupakan tantangan pertama yang kami hadapi bahwa ada orang yang gelisah dan tidak ingin partainya maju," ujar Ferry, Sabtu (26/1/2013), di sela-sela kongres Partai Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC).

Ketika ada kader Nasdem yang keluar, lanjutnya, hal ini menunjukkan tidak ada ikatan emosional yang melekat. Padahal, sebagai partai baru, justru ikatan emosional menjadi hal yang terpenting.

"Ini bukan masalah penting, biasa saja. Kecuali kalau sudah lebih dari 10 tahun keluar, baru ini problem. Kalau pun ada misunderstanding ini akan jadi bagian biasa yang mengkokohkan kami," tuturnya.

Ferry pun mengaku tertawa saat mengetahui alasan mantan rekannya adalah karena tergesernya unsur muda dari Partai Nasdem menjelang pengukuhan Surya Paloh menjadi Ketua Umum partai ini. Menurutnya, Partai Nasdem tidak pernah menerapkan sistem senioritas atau pun mengembangkan pemikiran eksklusif.

"Sekarang yang katanya komit terhadap perubaham itu siapa? Saya justru tertawa ketika orang muda ini bilang, siapa yang tua dan muda. Yang terpenting di sini adalah mentalitas. Sebagai partai baru, chemistry yang terpenting," ucap mantan politisi Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, setelah dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu, partai Nasdem justru diterpa masalah. Para pimpinan partai itu menyatakan berseberangan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Surya Paloh yang merintis partai ini mulai dari gerakan massa. Mereka pun memutuskan mengundurkan diri.

Pimpinan Partai Nasdem yang mengundurkan diri adalah Hary Tanoesoedibjo (mantan Ketua Dewan Pakar), Ahmad Rofiq (mantan Sekretaris Jenderal), Saiful Haq (mantan Wakil Sekretaris Jenderal), Endang Tirtana (mantan Ketua Internal DPP Partai Nasdem), Rustam Effendi (mantan Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat), Armyn Gulton (Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat), dan Muhammad Isa Raharusun (Ketua DPW Partai Nasdem Maluku).

Pengunduran para petinggi partai ini tidak terlepas dari rencana pengukuhan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasden yang rencananya akan dilakukan pada Sabtu (26/1/2013) malam ini. Kesepakatan penetapan Surya Paloh sebagai Ketua Umum ini sudah ditetapkan pada rapat internal Jumat (25/1/2013) malam.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.