SEMARANG, KOMPAS.com - Provinsi Jawa Tengah minta penambahan jatah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk alokasi 2013. Penambahan alokasi BBM bersubsidi penting guna menjaga pasokan BBM untuk transportasi dan penunjang kegiatan ekonomi rakyat.
"Sebelum ada keputusan mengenai besaran kuota BBM bersubsidi tahun 2013 dari pemerintah, kami usulkan agar jatah Jateng ditambah," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, Sabtu (5/1/2013) di Semarang, Jateng.
Teguh menyebutkan, alokasi BBM bersubsidi pada 2012 sebesar 2,3 juta kilo liter. Jumlah ini diharapkan bertambah sebanyak 3 persen pada 2013, sehingga Jateng aman dari gejolak menghadapi peningkatan konsumsi BBM bersubsidi di masyarakat.
Sejumlah kalangan menilai, kuota BBM bersubsidi di Jateng sebesar 2.3 juta kilo liter sebenarnya masih aman hingga akhir tahun. "Kalau masih ada pihak yang menyatakan kuota BBM bersubsidi masih kurang, di antaranya untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, juga tidak tepat. Kecuali, pemprov sendiri masih kurang tegas menindak mobil dinas pemerintah yang masih mencuri-curi BBM bersubsidi," kata Masrukan Samsuri, anggota DPRD Jawa Tengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.