WONOSOBO, KOMPAS.com -- Sekitar 289 warga Dusun Garung Cangak, Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, siap direlokasi dengan cara bedhol desa atau pindah seluruh warga. Mereka menyepakati hal tersebut menyusul ancaman tanah longsor yang semakin kian membahayakan permukiman warga akibat amblasnya tanah di puncak bukit setinggi 150 meter.
Kepala Desa Garung Lor Nanang Haryanto mengatakan, seluruh warga dari dua RT yang tinggal di kawasan rawan tanah longsor siap direlokasi. "Syaratnya asal masih berada di wilayah Desa Garung Lor," kata Nanang, Sabtu (5/1/2013).
Menurut dia, sejauh ini, alternatif lokasi relokasi yang paling aman adalah tanah bengkok milik kepala desa. Lokasinya dinilai aman dan tidak terlalu jauh dari permukiman warga saat ini.
Jumlah warga yang terancam tanah longsor mencapai 77 keluarga yang terdiri dari 289 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 37 keluarga (142 jiwa) di RT 5 dan 40 keluarga (147 jiwa) di RT 6 Dusun Garung Canguk.
Sebelumnya, Bupati Wonosobo Kholiq Arief mengimbau warga yang terancam bencana agar warga mau direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Kawasan pemukiman padat penduduk yang dihuni 77 keluarga tersebut dinyatakan sebagai kawasan berbahaya dan tidak aman untuk pemukiman.
"Saya minta warga mau dipindah ke tempat yang lebih aman. Mengingat tanah amblas di atas bukit Petak 55A Perhutani semakin mengancam dan berpotensi longsor," ungkap Kholiq.
Bukit setinggi 150 meter tersebut amblas hingga tujuh meter dan dikhawatirkan longsorannya menimbun permukiman padat penduduk di bawahnya. Hujan deras yang setiap hari mengguyur wilayah tersebut kian meningkatkan potensi bencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.