05 Januari 2013

KOMPAS.com: Turis Australia Keracunan Methanol di Lombok

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Turis Australia Keracunan Methanol di Lombok
Jan 5th 2013, 03:26

PERTH, KOMPAS.com -- Kasus turis Australia keracunan methanol karena mengonsumsi arak kembali terjadi. Kali ini seorang remaja berusia 19 tahun sedang dalam keadaan kritis di rumah sakit di Perth setelah keracunan methanol di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Liam Davies asal Western Australia sedang merayakan Tahun Baru bersama-sama teman-temannya ketika dia tiba-tiba jatuh sakit setelah minum arak di sebuah bar di Lombok. Menurut laporan situs PerthNow, Sabtu (5/1/2-13), dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Setelah berkonsultasi dengan dokter di Australia, Davies diterbangkan ke RS Sir Charles Gairdner di Perth, Jumat dinihari. Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan Davies dalam kondisi kritis.

Keluarganya sudah mengeluarkan pernyataan menggambarkan dia sebagai pemuda berusia 19 tahun yang aktif dan dimanis, yang mewakili negerinya di cabang lacross, dan memiliki mimpi untuk melakukan perjalanan ke luar negeri untuk melihat dunia. "Mereka mengingatkan warga Australia lainnya untuk berhati-hati bila berada di luar negeri. Kami ingin menyadarkan mengenai risiko minum arak lokal yang kita tidak ketahui kualitasnya," kata pernyataan tersebut. 

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, Davies adalah korban terbaru keracunan methanol yang dialami warga Australia di Bali dan Lombok. Tahun lalu, pemain rugby terkenal asal Perth, Michael Denton, meninggal. Hasil otopsi menemukan sebab kematian karena keracunan methanol.

Bulan lalu, seorang remaja putri asal Sydney mengalami kebutaan setelah minum arak yang dicampur methanol ketika merayakan kelulusan sekolah di Bali. Bulan Juni, seorang turis backpacker asal Swedia, Johan Lundin (28), meninggal setelah minuman mojitonya dicampur methanol di Lombok. Tunangannya asal Darwin  kemudian berbicara kepada media mengingatkan bahayanya pencampuran minuman yang dilakukan tanpa sepengetahuan pemiliknya di Indonesia.

Kelompok relawan Red Frogs yang memberi bantuan bagi para lulusan sekolah Australia yang merayakan kelulusan mereka di Bali mengatakan, mengetahui adanya lima orang yang keracunan methanol tahun lalu, dan memperkirakan angka sebenarnya lebih tinggi lagi.

Methanol adalah bahan kimia berbahaya yang kadang dicampur ke dalam minuman, sehingga kadar alkoholnya lebih tinggi. Dampak dari keracunan methanol bisa berupa muntah-muntah, pusing, sakit perut, koma, gagal ginjal, dan dalam kasus ekstrim, meninggal. Kebutaan juga sering terjadi baik sementara maupun permanen.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.