PONTIANAK, KOMPAS.com -- Petani dan pengumpul rotan di Kalimantan Barat terus merugi karena lesunya sektor industri kerajinan. Padahal, pemerintah telah melarang ekspor bahan baku rotan.
Salah seorang pengumpul rotan di Ketapang, M Amin (45) mengatakan, ongkos produksi bahan baku rotan naik dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 10.000 per kg. "Ongkos produksi naik karena hanya beberapa jenis rotan yang bisa dipungut sesuai pesanan perajin di Jawa, tidak seperti dulu saat ekspor masih diperbolehkan," kata Amin.
Sementara itu, perajin rotan di Jawa hanya mampu membeli bahan baku rotan dengan harga paling tinggi Rp 10.500 per kg. Bahkan, beberapa kali rotan asal Kalimantan Barat yang sudah dikirim hingga ke industri kerajinan, hanya dihargai Rp 7.500 per kg.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.