04 Januari 2013

KOMPAS.com: Plat Dinas Jokowi-Ahok Dicaplok Pengusaha

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Plat Dinas Jokowi-Ahok Dicaplok Pengusaha
Jan 4th 2013, 07:26

Plat Dinas Jokowi-Ahok Dicaplok Pengusaha

Penulis : Sabrina Asril | Jumat, 4 Januari 2013 | 14:15 WIB

Dibaca:

Plat Dinas Jokowi-Ahok Dicaplok Pengusaha Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggunakan baju khas Betawi, yaitu baju koko dengan sarung yang dikalungkan. Peraturan itu akan dilaksanakan tiap hari Rabu dan berlaku bagi Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI, Rabu (2/1/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat meminta Kepolisian RI untuk melakukan penertiban penggunaan nomor cantik untuk plat kendaraan. Pasalnya, nomor-nomor tertentu yang biasanya digunakan untuk pejabat negara, justru sudah terlebih dulu dibeli para pengusaha.

"Pemberian plat nomor kenderaan bermotor perlu ditertibkan, agar jangan sampai mengakibatkan pejabat yang seharusnya menggunakan plat nomor tersebut tidak dapat memakainya," ujar Martin, Jumat (4/1/2013), di Jakarta.

Martin mencontohkan tidak tertibnya penggunaan nomor cantik menyebabkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama tak bisa menggunakan plat B 1 DKI dan B 2 DKI.

"Lebih tragis lagi karena Kapolri sendiri terpaksa harus menulis surat agar plat nomor B 1 DKI dan B 2 DKI diberikan kepada Gubernur dan Wagub DKI," ucap anggota Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut.

Berkaca dari kejadian itu, Martin meminta pemerintah bisa menertibkan pemberian plat nomor kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. "Sudah rahasia umum bahwa nomor cantik sudah lama diperjualkanbelikan. Saya berharap kalau pun ada nomor-nomor cantik yang dijual, sebaiknya dilakukan secara terbuka misalnya melalui lelang, dan hasilnya untuk negara bisa masuk penerimaan negara bukan pajak," kata Martin.

Ie menuturkan, di banyak negara di Asia, penjualan plat nomor cantik itu dilegalkan melalui lelang terbuka dan hasilnya menjadi penerimaan negara yang cukup besar. Ia mencontohkan di Hongkong, sebuah nomor cantik berangka 9999 bisa dijual dengan harga Rp 10 miliar lebih.

"Indonesia saya kira perlu meniru ini, dengan melegalkan penjualan plat nomor cantik yang bukan diperuntukkan untuk pejabat. Hasilnya masuk menjadi penerimaan negara," imbuhnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.