03 Januari 2013

KOMPAS.com: Empat Catatan Jokowi terhadap "Jakarta Night Festival"

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Empat Catatan Jokowi terhadap "Jakarta Night Festival"
Jan 2nd 2013, 20:23

Empat Catatan Jokowi terhadap "Jakarta Night Festival"HENDRA A SETYAWAN Pesta kembang api di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/1/2012), saat menyambut tahun baru 2013. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam perayaan malam pergantian tahun, untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggelar Jakarta Night Festival (JNF) dengan konsep Car Free Night. Meski berhasil menyedot warga Jakarta untuk berkumpul di kawasan Jalan MH Thamrin-Jalan Sudirman, banyak pro dan kontra terkait JNF 2012.

Meski masih ada kekurangan, perayaan tersebut rencananya akan diselenggarakan rutin tiap malam pergantian tahun. Jokowi pun memiliki empat catatan penting atas pelaksanaan JNF 2012 itu.

"Yang pertama adalah perlunya perbaikan manajemen penonton. Sehingga yang karnaval itu bisa betul-betul beratraksi," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Terkait perayaan JNF 2012 yang menyebabkan banyaknya tanaman di sekitar kawasan Car Free Night yang menjadi rusak dan mati, Jokowi pun dengan enteng menjawab akan segera diganti tanamannya.

"Ah pas dulu juga banyak yang rusak, tanamannya ya diganti. Itulah yang namanya pembangunan sebuah budaya tertib dan budaya tidak buang sampah sembarangan, tapi ini perlu waktu," katanya.

Catatan terpenting kedua, menurut Jokowi, adalah manajemen penataan pedagang. Jokowi mengeluhkan banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lolos dan menyebabkan ketidakteraturan saat acara berlangsung. Apabila JNF dilaksanakan rutin, Jokowi berjanji akan menyediakan tempat bagi para pedagang yang akan berjualan.

"Kemarin yang ikut berjualan di situ tumplek blek di situ semua. Nanti akan ada dua atau tiga ruas di situ untuk berjualan," ujarnya.

Catatan penting Jokowi selanjutnya adalah manajemen fasilitas. Adapun yang dimaksud dengan fasilitas itu adalah masih kurangnya tempat sampah dan Mandi Cuci Kakus (MCK). Jokowi mengharapkan dengan perbaikan dan penambahan fasilitas tersebut, selain JNF dapat dijadikan sebagai ruang rekreasi juga dapat digunakan sebagai ruang edukasi.

"Memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana membuang sampah organik dan non organik. Nanti akan disiapkanlah dengan jangka waktu tiga minggu. Ini persiapan yang lebih panjang lah, tiap tahun akan kita evaluasi, koreksi, perbaiki," ucap Jokowi.

Manajemen panggung, kata Jokowi, merupakan catatan penting yang terakhir untuk pelaksanaan JNF 2012. Untuk panggung, Jokowi akan melibatkan mulai dari Kelurahan, Kecamatan, dan tingkat wilayah.

Dengan itu, seluruh masyarakat Jakarta memiliki rasa untuk berada dan mempunyai sebuah event seperti itu.

"Tapi yang jelas ada ruang hiburan untuk rakyat. Biasanya tahun baru hanya menonton orang pesta pora, tapi sekarang juga ikut menikmati," ujar Jokowi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.