04 Januari 2013

KOMPAS.com: Basuki Akan Gunakan Teknologi Penyedot Lumpur Sungai

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Basuki Akan Gunakan Teknologi Penyedot Lumpur Sungai
Jan 3rd 2013, 20:18

Basuki Akan Gunakan Teknologi Penyedot Lumpur SungaiKOMPAS/ALIF ICHWAN Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (11/12/2012). Kedatangan Ahok, mewakili Gubernur untuk menerima undangan hasil survei. Tujuan survei ini untuk mengetahui nilai integritas, indikator, dan sub indikator integritas dalam layanan publik untuk mempersiapkan upaya-upaya pencegahan korupsi yang efektif pada wilayah atau layanan yang rentan terjadinya korupsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menerima Tim Peneliti Bio Energy Legacy Pty Ltd, Kamis (3/1/2012). Pertemuan tersebut digelar dalam rangka pembahasan alternatif pembersihan sungai di seluruh wilayah Ibu Kota.

Selain Basuki, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang turut mengikuti pertemuan tersebut adalah perwakilan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI dan juga Perwakilan BPLHD (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah) DKI.

Perwakilan Tim Peneliti Bio Energy Legacy Pty Ltd, Adilwan mengatakan dalam pertemuan tersebut, pihaknya mengajukan teknologi yang cara kerjanya seperti vacuum cleaner untuk dapat menyedot lumpur yang ada di sungai-sungai.

"Sungai dibersihkan dan dikeruk, kalinya jadi bersih. Nanti mau diajukan acuannya. Teknologi seperti vacuum cleaner. Seperti menyedot sumsum tulang," jelas salah satu perwakilan Bio Energy Legacy Pty Ltd, Adilwan, di Balaikota Jakarta.

Ia mengatakan, pihaknya mendapat respons positif dari Basuki atas pemaparan produk yang mereka tawarkan untuk membersihkan lumpur di sungai-sungai.

"Beliau memberikan respons sangat positif bahwa teknologi seperti ini memang sangat dibutuhkan. Ini diperlukan kinerja dengan Pemprov DKI, bukan hanya dilepas dari swasta," kata Adilwan.

Teknologi yang digunakan oleh DKI untuk membersihkan sungai, kata dia, masih sangat konvensional. Sehingga, pihaknya mencoba menawarkan sebuah teknologi baru namun dengan harga yang relatif murah. Dalam pemaparan tersebut, mereka juga menerangkan bahwa teknologi tersebut sudah pernah diterapkan di Solo.

"Teknologi kita lebih murah, cepat, dan modern. Kita gunakan alat dredging untuk menyedot semua lumpur yang tidak bisa diangkat lagi bisa kita angkat, sehingga lebih dalam. Sudah digunakan di Bengawan Solo, tepatnya di Sungai Brantas, hasilnya tidak banjir lagi, karena dihancurkan sampahya," ujarnya.

Sementara itu, untuk besaran biaya yang akan digelontorkan Pemprov DKI untuk teknologi tersebut, ia masih belum mau mengungkapkannya lebih detail kembali. "Kemungkinan, proyek ini akan segera direalisasikan. Pokoknya secepatnya tahun 2013 ini," kata Adilwan.

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan teknologi penyedot lumpur tersebut bukanlah merupakan sebuah teknologi yang baru. Hanya saja Jakarta yang enggan membeli dan menggunakannya.

"Itu sudah teknologi. Cuma memang Jakartanya yang tidak mau menggunakannya," kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut.

Basuki pun menjanjikan pihak Pemprov DKI akan membeli dan mencoba menggunakan teknologi tersebut.

Sebelumnya ia akan melakukan negosiasi bersama pihak Bio Energy Legacy Pty Ltd, terkait persoalan biaya.

"Bisa dari APBD atau pusat. Karena ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) juga yang sedang dibahas," kata mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.