JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik merilis rata-rata upah buruh tani pada Desember 2012 naik sebesar 0,36 persen dibanding upah buruh tani Oktober 2012, yaitu dari Rp 40.613,00 menjadi Rp 40.761,00, dan secara riil naik sebesar 0,15 persen dibanding Oktober 2012, yaitu dari Rp 28.193 menjadi Rp 28.234.
Selama 2012, Kenaikan upah nominal buruh tani tertinggi terjadi pada Maret, yaitu sebesar 0,37 persen dan yang terendah terjadi pada Juli, yaitu sebesar 0,18 persen, sedangkan secara riil kenaikan tertinggi juga terjadi pada Maret, sebesar 0,23 persen dan terendah terjadi pada Juli yang mengalami penurunan sebesar 0,59 persen.
Menurut Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Rabu (3/1/2013) rata-rata upah buruh bangunan di Desember 2012 dibanding November 2012 juga mengalami kenaikan sebesar 1,08 persen, yaitu dari Rp 66.279 menjadi Rp 66.998 . Secara riil, upah buruh bangunan Desember 2012 dibanding dengan November 2012 naik sebesar 0,54 persen, yaitu dari Rp 49.183 menjadi Rp 49.449.
Kenaikan upah juga terjadi pada pembantu rumah tangga. Secara nominal, rata-rata upah pembantu Desember 2012 dibanding November 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen, yaitu dari Rp 311.994 menjadi Rp 312.544. Secara riil, upah pembantu rumah tangga Desember 2012 dibanding November 2012 turun sebesar 0,36 persen, yaitu dari Rp 231.518 menjadi Rp 230.677.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.