TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Dua orang tewas dan dua lainnya dirawat intensif di rumah sakit karena tercebur ke septic tank limbah pengolahan kulit sapi di Kampung Cibuntu, Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2013) sore.
Korban tewas yakni pemilik tempat pengolahan kulit sapi, Kusnadi (50) dan karyawannya, Handi (22). Sedangkan korban yang dirawat di Rumah Sakit Islam Tasikmalaya, yakni Saepul (20) dan Engkos (50).
Tien (47), saksi mata kejadian yang juga istri Kusnadi mengatakan, awalnya Handi terpeleset ke septic tank sedalam 2,5 meter tersebut. Handi, kata dia, hendak menguras septic tank dan mengalirkan limbah ke selokan di samping septic tank. "Kalau hujan suka dikuras," kata dia, saat ditemui di RS Islam Tasikmalaya, Sabtu malam.
Saat terpeleset, lanjut Tien, Kusnadi datang membantu. Namun Kusnadi malah ikut tercebur. "Lalu datang Pak Engkos, namun dia juga kepeleset dan nyebur," ujar dia.
Setelah itu, masih kata Tien, datang Saepul. Saepul tidak ikut tercebur, dia langsung memberi tahu warga. Dia kemudian kembali dan menolong ketiga korban yang tercebur. "Saepul mungkin shock karena mendengar ada korban yang meninggal. Dia juga mungkin terlalu banyak mengisap bau limbah," prediksi Tien.
Dia mengatakan, Handi meninggal dunia sesaat setelah dibawa ke rumah, sementara suaminya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.