MANADO, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur daerah Minahasa Selatan sejak Sabtu (26/1/2013) malam mengakibatkan Sungai Ranotuana meluap dan menyeret sepuluh rumah warga yang berada di Desa Tumpaan Satu, Lingkungan I, Kecamatan Amurang, Minggu (27/1/2013) pagi.
Kesepuluh rumah yang hanyut dibawa air sungai tersebut berada tepat di muara sungai. "Banjir yang datang terhalang dengan gundukan pasir di mulut sungai, sehingga membuat air berputar dan menyeret rumah-rumah tersebut," ujar seorang warga.
Beruntung saat kejadian para penghuni rumah kebanyakan sudah berada di luar untuk melakukan aktivitas. Beberapa warga yang berada di lokasi kejadian berusaha membantu menyelamatkan barang-barang.
Demikian pula yang dialami oleh Eda Tawas rumahnya hanyut tak bersisa dibawa air. Beruntung keluarganya bisa selamat semuanya. Untuk sementara warga yang rumahnya terseret oleh arus sungai tersebut ditampung di tenda yang didirikan oleh Tim Tanggap Bencana Dinas Sosial Minsel.
Sementara itu untuk mengantisipasi bencana yang masih akan mungkin terjadi, beberapa warga membongkar rumah mereka yang terletak dekat muara sungai. Selain rumah yang hanyut, beberapa ruas jalan di Minahasa Selatan juga terputus akibat tanah longsor. Kejadian ini membuat akses kendaraan dari Amurang menuju Manado dan sebaliknya terputus.
Editor :
Glori K. Wadrianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.