KEFAMENANU, KOMPAS.com - Warga di Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur mengaku resah akibat padamnya aliran listrik selama satu pekan terakhir.
Ulu Besin Manehat, warga Kelurahan Ponu, saat menghubungi Kompas.com, Minggu (27/1/2013) malam mengatakan listrik mulai padam sejak 22 Januari 2013 lalu, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari PLN sehingga sebagian besar warga sulit untuk beraktivitas di malam hari.
"Kita sudah menanyakan langsung kepada para kontraktor pelaksana yang waktu itu menang tender pemasangan listrik namun jawaban mereka tidak jelas, padahal sejak Bulan Agustus 2013 saat awal kami pasang listrik, tidak pernah terjadi pemadaman yang sampai berhari-hari seperti ini, sehingga kami menduga jangan sampai penyetoran uang dari pihak kontraktor ke PLN yang kurang lancar," kata Ulu Besin yang diamini Rofinus Uskenat warga lainnya.
Menurut Ulu Besin, di Kecamatan Biboki Anleu sudah lebih dari 60 persen warganya memasang listrik berjaringan dari PLN. Jelas, pemadaman seperti ini sangat mengganggu, terutama bagi para pengusaha kecil yang usahanya bergantung dari listrik.
Dia juga sempat melontarkan kritik atas kualitas listrik yang selama ini dirasa kurang memuaskan. Lampu tetap suram meskipun memakai bola lampu yang besar. Selain itu seringkali terjadi pemadaman baik siang maupun malam hari. "Karena sudah satu minggu ini tidak menyala kami terpaksa pakai genset meski harus mengeluarkan dana tambahan," ungkap Ulu Besin.
Terkait dengan itu Plt kepala Rayon PLN Kefamenanu Anang Taufiqi mengatakan padamnya listrik karena ada pohon yang tumbang di Desa Oemanu, Biboki Anleu sehingga mengakibatkan sejumlah peralatan jaringan listrik yang rusak. "Kita masih sementara perbaiki dan sebagian sudah menyala dan besok dilanjutkan perbaikan dan saya pastikan bahwa dalam waktu dekat ini sudah pasti kelar dan aman," kata Taufiqi.
Editor :
Glori K. Wadrianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.