27 Januari 2013

KOMPAS.com: Rupiah Melemah, Transaksi di Money Changer Meningkat

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Rupiah Melemah, Transaksi di Money Changer Meningkat
Jan 27th 2013, 12:01

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah tiga poin menjadi Rp 9.643 per dollar AS dibanding hari sebelumnya Rp 9.640.

Akibat umumnya jumlah nasabah yang menjual dollar AS akan meningkat. Bahkan peningkatan itu bisa lebih dari 50 persen dibanding saat rupiah stabil. Demikian Teller PT Ayu Masagung Money Changer Wulan, di Jakarta, Sabtu (26/1/2013).

Nasabah seperti itu adalah pelaku ambil untung dari fluktuasi nilai tukar suatu mata uang, khususnya rupiah terhadap dollar AS. Keuntungannya dari selisih poin hasil jual-beli mata uang berdasarkan ketentuan kurs dari Bank Indonesia.

"Jumlah transaksi nasabah tersebut ketika rupiah melemah bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari," ungkap Wulan. Wulan menjelaskan, ketika rupiah stabil jumlah nasabah pada hari kerja, Senin-Jumat, sekitar 500 orang per hari. Pada akhir pekan, Sabtu-Minggu, sekitar 300 orang per hari.

"Jika rupiah melemah, khususnya terhadap dollar AS, jumlah nasabah ambil untung yang menjual dollar AS bisa meningkat hingga setengah kali lipat. Bahkan bisa meningkat lebih banyak jika rupiah melorot signifikan terhadap dollar AS," terangnya.

Wulan menuturkan, ketika rupiah stabil umumnya transaksi yang dilakukan para nasabah berimbang antara menjual maupun membeli suatu mata uang. "Ada yang membeli rupiah untuk investasi, bisnis, operasional perusahaan atau kantor, dan lainnya. Adapun yang menjual rupiah untuk kunjungan atau perjalanan ke luar negeri," katanya.

Pantauan Kompas beberapa nasabah menjual rupiah untuk membeli sejumlah mata uang asing seperti, ringgit Malaysia, dollar Singapura, dollar Brunei Darussalam, dan real Arab Saudi.

Umumnya mereka akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk liburan ataupun ibadah umroh. Ada juga nasabah warga negara asing yang melakukan jual mata uang negara asalnya untuk membeli rupiah.

Sementara itu, menurut pedagang valuta asing kaki lima dan money changer berskala kecil, fluktuasi nilai tukar suatu mata uang, khususnya rupiah terhadap dollar AS, tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan jumlah nasabah. Hal itu karena perubahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak terlalu drastis.

"Situasi berbeda ketika krisis moneter periode tahun 1997-2002. Saat itu nilai tukar rupiah tiba-tiba anjlok terhadap dollar AS, sehingga berbondong-bondong orang menjual dollar AS miliknya dan menjadi kaya mendadak," kata Yusuf, pedagang valuta asing di Kwitang, Jakarta Pusat.

Yusuf mengatakan, sekarang konsumennya sepi karena kalah bersaing dengan tempat money changer resmi berskala besar. "Konsumen sekarang lebih yakin bertransaksi di money changer resmi yang memiliki fasilitas jauh lebih baik," jelasnya. 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.