05 Januari 2013

KOMPAS.com: Paraga, Permainan dan Kesenian Tradisional Bugis

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Paraga, Permainan dan Kesenian Tradisional Bugis
Jan 5th 2013, 06:28

Kampung Main

Paraga, Permainan dan Kesenian Tradisional Bugis

Sabtu, 5 Januari 2013 | 12:56 WIB

Dibaca:

KompasTV/Rully Tambayong & Resnawan Agung CahyadiRamon Y Tungka, host "Kampung Main" KompasTV, mencoba permainan paraga khas Bugis di Makassar, Sulawesi Selatan.

KompasTV/Rully Tambayong & Resnawan Agung CahyadiRamon Y Tungka, host program "Kampung Main" KompasTV melihat cara pembuatan paraga, bola rotan khas Bugis.

KompasTV/Rully Tambayong & Resnawan Agung CahyadiRamon Y Tungka, host program "Kampung Main" KompasTV bermain paraga di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

KompasTV/Rully Tambayong & Resnawan Agung CahyadiRamon Y Tungka, host program "Kampung Main" KompasTV bermain paraga di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Foto:

KOMPAS.com - Paraga. Inilah permainan dan olah raga sekaligus kesenian tradisional asal Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan permainan dan olahraga tradisional sepak takraw, paraga dimainkan tidak untuk dipertandingkan, melainkan sebagai atraksi unjuk kebolehan. Paraga juga dimainkan secara beregu dengan jumlah anggota minimal 6 (enam) orang.

Dalam paraga, bola rotan dipantul-pantulkan tidak hanya menggunakan kaki, tapi juga kepala dan tangan. Keberadaan passapu, topi segitiga yang diberi lapisan kanji agar mampu menegak, sangat membantu para pemain paraga saat melakukan olah bola dengan kepala. Para pemain paraga juga kerap memanfaatkan sarung yang menjadi bagian dari kostum mereka untuk mengolah bola paraga.

Posisi pemain dalam mengolah bola paraga pun beragam. Mulai dari berdiri, duduk, jongkok, hingga berbaring! Paraga pun dimainkan dalam berbagai formasi. Salah satunya, formasi menara yang terbentuk dari tumpukan para pemain yang berdiri di atas bahu pemain lainnya hingga berbentuk seperti menara.

Bola paraga juga berbeda dengan bola rotan yang kerap digunakan untuk sepak takraw. Satu bola paraga utuh memiliki tiga lapis anyaman rotan. Satu lapis anyaman membutuhkan waktu pembuatan sekitar 45 menit. Jadi, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menganyam satu bola paraga. Kebanyakan pemain paraga bisa membuat sendiri bola paraga. Jadi, jika ada bagian bola yang rusak, mereka bisa memperbaikinya.

Usai dibuat, bola paraga pun memerlukan perlakuan khusus sebelum dimainkan. Konon, bola paraga diberi mantra khusus oleh guru atau pemain senior paraga, agar keselamatan dan kekompakan para pemain tetap terjaga saat memainkan paraga.

Paraga bola rotan 5

Atraksi paraga (Foto: Dok. KompasTV)

Paraga merupakan perpaduan unsur permainan, olah raga sekaligus kesenian tradisional Bugis yang indah. Ia selalu dimainkan dengan iringan musik yang terdiri dari gendang dan gong, juga calong-calong – yakni alat musik yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan potongan kayu – agar para pemainnya tetap bersemangat. Para pemain paraga pun bergerak memantul-mantulkan bola sambil menari mengikuti iringan tetabuhan musik yang dimainkan. Cantik! (KompasTV/Fauziyah)

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.