28 Januari 2013

KOMPAS.com: Mahasiswa Kendari Demo Tolak Kenaikan TDL

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Mahasiswa Kendari Demo Tolak Kenaikan TDL
Jan 28th 2013, 08:05

Mahasiswa Kendari Demo Tolak Kenaikan TDLKOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi.

KENDARI, KOMPAS.com -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Sulawesi Tenggara, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL), Senin (28/1/2013). Tarif Dasar Listrik akan naik pada April sekitar 10 persen tarif sebelumnya secara bertahap per kuartal tahun 2013.

Koordinator aksi Gerakan Mahasiswa Pembebasan Sultra, Sabarudin Al-Munawiy mengatakan, kenaikan TDL akan memberikan efek domino di kemudian hari. Sebab kenaikan TDL akan berdampak juga pada harga produk-produk lainnya.

"Jelas kenaikkan TDL akan mencekik masyarakat miskin, karena hal itu akan mendorong kenaikan harga barang dan jasa. Termasuk pada sektor industri," kata Sabarudin dalam orasinya di gedung DPRD Sultra, Jalan Abdullah Silondae, Kendari, Senin (28/1/2013).

Seharusnya pemerintah, kata Sabarudin, bisa tidak menaikkan TDL dengan beberapa solusi lain, misalnya menggunakan tenaga batu bara atau gas karena selama ini mesin pembangkit listrik di Indonesia sebagian besar bergantung pada bahan bakar minyak.

"Tetapi saat ini Indonesia malah menjual bahan bakar gas ke China dengan harga 3 USD per metrik ton, sementara di dalam negeri harus membeli seharga 15 USD," teriak Sabarudin.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari Gema Pembebasan tersebut melakukan unjuk rasa dengan berorasi dan membentangkan poster bernada menolak kenaikan TDL di bundaran Mandonga Kendari. Selanjutnya mereka melakukan long march menuju gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kami menolak tarif dasar listrik, karena kenaikkan ini merupakan efek dari diterapkannya liberalisasi migas, hampir semua sumber daya alam Indonesia dikuasai oleh pihak asing. Tidak pernah mencari solusi atas mahalnya harga BBM, padahal kita pernah menjadi pengekspor minyak," tegasnya.

Untuk itu, massa pengunjuk rasa juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menolak kenaikan TDL. Kendati telah berorasi cukup panjang, namun aspirasi para mahasiswa tidak diterima satupun anggota DPRD Sultra. Akhirnya, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.