JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kota Tua menjadi tempat wisata menarik yang menyuguhkan ornamen-ornamen bangunan tua sejak zaman penjajahan Belanda. Libur sekolah kali ini, kawasan Kota Tua banyak dikunjungi oleh orang tua yang membawa serta anak-anaknya.
Misalkan saja Andi (40), warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di libur sekolah kali ini, ia membawa istri dan kedua anaknya untuk lebih mengenal kawasan sejarah Kota Tua. Dirinya ingin mengenalkan kepada anak-anaknya tentang sejarah kota Jakarta melalui bangunan peninggalan penjajah Belanda.
"Saya baru pertama kali ke Kota dengan membawa anak-anak. Biasanya liburan ke luar kota. Kali ini mau cari yang berbeda saja," ungkap Andi saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (3/1/2013) kemarin.
Tak hanya bangunan bersejarah artistik. Di kawasan ini juga banyak atraksi-atraksi yang digelar saat liburan tiba. Pengunjung bisa menemukan atraksi kuda lumping, manusia batu, ataupun atraksi dengan menggunakan binatang berbisa seperti ular king kobra dan ular-ular lainnya.
Selain itu, berbagai museum juga tersedia di kawasan Kota Tua seperti Museum Wayang, Museum Fatahillah, Museum Mandiri, maupun Museum Bank Indonesia. Pengunjung Kota Tua juga dapat belajar mengenai tradisi Indonesia pada zaman penjajahan.
Selain Andi, ada Mega (14), warga Depok sengaja mengunjungi kawasan Kota Tua untuk bisa mengabadikan foto di sekitar gedung tua tersebut. Menurutnya, kawasan Kota tua saat ini lebih baik dibanding beberapa waktu sebelumnya.
Kurangnya pedagang kaki lima disekitar kawasan kota tua membuat dirinya lebih nyaman mengelilingi kawasan tersebut. Namun sayang, kawasan Kota Tua yang memiliki nilai estetika tinggi kurang mendapatkan kelola yang baik.
Terdapat banyak sekali sampah di sekitar Museum Fatahillah. Selain itu, jentik-jentik nyamuk di kubangan air dekat Museum Mandiri pun sangat mengganggu kenyamanan.
Kawasan kota tua yang memiliki kelebihan dengan bangunan tuanya seharusnya bisa menarik wisatawan asing dari Belanda ataupun Portugal yang memiliki kaitan kuat karena telah menjajah Indonesia.
"Harusnya kawasan ini bisa mengundang wisatawan Belanda atau Portugal. Mereka kan pernah jajah Indonesia. Harusnya mereka juga memiliki kaitan yang kuat dengan tempat ini," kata Andi.
Menurut Andi, jika saja kawasan Kota Tua dapat ditata seperti Orchard Road di Singapura mengenai kebersihannya, kawasan Kota akan menarik wisatawan lebih besar lagi. Anak-anak juga akan lebih bangga dengan peninggalan leluhurnya.
Editor :
Ana Shofiana Syatiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.