BANDUNG, KOMPAS.com -- Ribuan personel dari kesatuan jajaran Komando Pembinaan Doktrin dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, Kamis (3/1/2013) melakukan penanaman 115.250 pohon di areal seluas 50 hektar. Penanaman dilakukan di daerah latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Kodiklat TNI AD, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan secara simbolis menanam pohon Pancasila (Tabebuia rossea). Zulkifli mengapreasiasi peran aktif TNI AD yang sering melakukan penghijauan bekerja sama dengan jajaran Kementerian Kehutanan.
"TNI AD sering melakukan penghijauan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Cipatat ini. Dengan rehabilitasi hutan yang terus-menerus dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, saya yakin dalam waktu antara 25 sampai 30 tahun ke depan, kerusakan hutan kita dapat dipulihkan," kata Zulkifli.
Komandan Kodiklat TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan, kegiatan di daerah ketinggian 475 meter di atas permukaan laut itu merupakan rangkaian acara puncak dalam peringatan Hari Juang Kartika. Jenis pohon yang ditanam adalah sengon, jati putih, jabon, sukun, trembesi, nangka, mahoni, dan jati. Areal penanaman itu merupakan daerah yang gundul.
"Kegiatan ini juga untuk mendukung pelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum," ujar Gatot.
Penanaman mulai dilakukan secara bertahap pada 26 Desember 2012, dengan melibatkan kalangan anak-anak dari keluarga jajaran Kodiklat. Hal itu guna menumbuhkan jiwa patriotisme dalam konteks kekinian, yakni bukan dengan perang fisik, melainkan lewat gerakan cinta lingkungan.
"Sebagai daerah latihan prajurit, lewat penghijauan ini diharapkan akan banyak tumbuhan tinggi dan produktif, sehingga daerah ini menjadi hijau dan ideal sebagai tempat berlatih prajurit. Mereka dapat berlatih bertahan tinggal di hutan dengan sumber makanan mengandalkan hasil hutan," tutur Gatot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.