26 Januari 2013

KOMPAS.com: Keluarga Praja yang Meninggal Sesalkan Sikap IPDN Silut

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Keluarga Praja yang Meninggal Sesalkan Sikap IPDN Silut
Jan 26th 2013, 15:59

Keluarga Praja yang Meninggal Sesalkan Sikap IPDN Silut

Penulis : Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol | Sabtu, 26 Januari 2013 | 22:45 WIB

Dibaca:

Keluarga Praja yang Meninggal Sesalkan Sikap IPDN SilutKompas.com/ Ronny Adolof Buol Jenazah Jonoly Untayanadi (25), mahasiswa tingkat 3 IPDN Sulawesi Utara yang diduga tewas karena dianiaya oleh sesama mahasiswa di kampus tersebut, saat berada di kamar jenazah RSUP Prof Kandou Manado.

MANADO, KOMPAS.com - Keluarga praja IPDN Sulut, Yonoly Untajana (22) yang meninggal sewaktu menjalani kegiatan orientasi di kampusnya, menyesalkan sikap IPDN yang lambat menjelaskan sebab kematian anak mereka.

"Hingga kini kami belum menerima kronologi dari kematian Yonoly," ujar paman korban, James Tatunde, Sabtu (26/1/2013). James juga menyesalkan sikap IPDN yang tidak mengindahkan kondisi korban yang pernah menjalani operasi sewaktu pertama kali masuk IPDN. 

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Yonoly Untajana meninggal setelah kehabisan tenaga ketika harus melewati rintangan air dan lumpur pada Jumat (25/1/2013). Nyawanya tidak tertolong ketika dibawa lari ke rumah sakit sewaktu kehabisan tenaga dalam kegiatan orientasi kampus.

Keluarga menilai instruktur IPDN lalai kerena tidak menyediakan peralatan pengamanan, padahal kondisi rintangan cukup dalam. "Kami menganggap kematian korban karena IPDN lalai dan tidak memiliki program yang matang dalam pelatihan praja," tambah James.

Sabtu siang,  keluarga korban yang diwakili Ketua Umum Rukun Keluarga Besar Maluku di Sulut, Joppy J Terry,  didampingi Ketua Rukun Maluku Bitung, Kompol John Unawekla, bertemu pihak IPDN Sulut. Dalam pertemuan itu pihak keluarga menuntut pihak IPDN untuk memberikan klarifikasi atas kematian korban serta meminta aparat kepolisian segera mengusut kematian korban.

Sementara itu, Direktur IPDN Sulut, Rosje Kalangi dalam jumpa pers membantah bahwa kematian korban disebabkan oleh kekerasan. "Saya bertanggung jawab jika ada unsur kekerasan yang dilakukan pihak IPDN terhadap korban," ujar Rosje.

Kapolsek Remboken AKP Jemmy Lalujan mengatakan bahwa pihaknya menunggu hasil resmi otopsi yang dilakukan oleh rumah sakit sambil memeriksa beberapa saksi dalam pengembangan penyelidikan kasus tersebut.

Yonoly merupakan praja IPDN yang berasal dari Tual dan merupakan praja pindahan dari Jatinangor. Ibunya berada di Tual, Maluku Tenggara, sementara ayahnya meninggal pada November lalu.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.