03 Januari 2013

KOMPAS.com: Dokter RSPP Tak Berani Sebut Identitas Rasyid

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Dokter RSPP Tak Berani Sebut Identitas Rasyid
Jan 3rd 2013, 04:23

Dokter RSPP Tak Berani Sebut Identitas Rasyid

Penulis : Robertus Belarminus | Kamis, 3 Januari 2013 | 10:53 WIB

Dibaca:

Dokter RSPP Tak Berani Sebut Identitas Rasyid TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Kepala Manajemen Bisnis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr Syafik Ahmad, Kepala Administrasi Medis RSPP dr Indra Maulana, Spesialis Kesehatan Jiwa dr Endah Rosa Wulan, dan Spesialis Penyakit Dalam dr Andul Haris (kanan ke kiri), sebagai perwakilan dari RSPP memberikan konferensi pers tentang dirawatnya pelaku tabrakan maut, Rasyis Amrullah Rajasa, di Kantor RSPP, Jakarta, Kamis (3/1/2012). Rasyid yang merupakan putra dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian setelah terlibat dalam tabrakan yang mengakibatkan 2 orang meninggal, di Jalan Tol Jagorawi pada 1 Januari 2013 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com — Keterangan pers dokter di RS Pusat Pertamina (RSPP) terasa janggal. Tak ada satu pun dokter yang berani menyebut identitas lengkap Rasyid Amrullah Rajasa (22), putra Hatta Rajasa.

Pertama, saat dokter Abdul Haris Tri Prasetya, spesialis penyakit dalam RSPP, tak mau menyebut secara lengkap nama panjang putra bungsu Hatta Rajasa itu.

"Saya dokter Haris bagian penyakit dalam. Saya menangani pasien seorang laki-laki, umur 21 tahun. Datang di Rumah Sakit Pusat Pertamina tanggal 1 (1/1/2013), sekitar pukul enam sampai tujuh sore," katanya membuka jumpa pers di gedung Graha RSPP, lantai 8, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2013).

Haris yang ditanyakan mengenai identitas jelas dari pasien yang ditanganinya tidak menyebut secara lengkap identitas atau nama lengkap.

"Namanya 'R'. Jadi Rasyid ya, Rasyid. Semua pasien kami perlakukan sama, apakah itu rakyat kecil, apakah itu seorang pengusaha, atau anak pejabat. Kami perlakukan sama semua pasien di sini. Kami lindungi hak-hak pasien, kami pulihkan pasien secara total, kami tidak membedakan," ujar Haris.

Begitu juga dengan dr Indra Maulana, Kepala Administrasi Medis RSPP, juga tidak bersedia mengungkapkan identitas secara lengkap. Bahkan, sesi tanya jawab pun dibatasi.

Sejumlah pertanyaan wartawan tidak dijawab seperti siapa yang mengantar Rasyid ke rumah sakit, bagaimana dengan kondisi sakit mag yang sebelumnya diakui sendiri Hatta Rajasa dalam konferensi di kediamannya.

"Kita tidak mengeluarkan kondisi pasien. Ini privasi dari pasien. Kita tidak memberikan sesi tanya jawab," ujar Indra.

Seusai konferensi pers, awak media terus mengikuti Indra hingga ke pintu lift. Namun, dia tetap saja bungkam dan hanya sedikit mengeluarkan pernyataan.

Ketika ditanya kemungkinan apakah ada pihak yang membatasi pihak RSPP untuk berbicara, Indra menampiknya. "Enggak ada," jawabnya singkat.

Padahal, pada Rabu (2/1/2013) malam, Indra sempat membenarkan bahwa ada keluarga Hatta Rajasa yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Memang benar keluarga Pak Hatta Rajasa memang sedang dirawat di sini. Mungkin lebih jelasnya besok jam 9 pagi, di Graha lantai 8 kita akan lakukan konferensi pers," kata Indra kala itu.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.