28 Januari 2013

KOMPAS.com: Demi Perancis Terbuka, Djokovic Lewatkan Tradisi di Melbourne

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Demi Perancis Terbuka, Djokovic Lewatkan Tradisi di Melbourne
Jan 28th 2013, 10:07

AFP/PETER PARKS Petenis Serbia, Novak Djokovic, berpose dengan trofi Grand Slam Australia Terbuka, yang diraih usai mengalahkan Andy Murray, Minggu (27/1/2013).

MELBOURNE, Kompas.com - Novak Djokovic melakukan selebrasi yang cukup berbeda dibandingkan dengan apa yang dilakukan beberapa tahun terakhir, usai menjuarai Grand Slam Australia Terbuka. Jika biasanya petenis Serbia ini menetap lebih lama beberapa hari di Melbourne, maka kali ini pemain nomor satu dunia itu justru memilih untuk lebih cepat pulang ke rumahnya.

Djokovic baru saja merebut gelar keempatnya di Melbourne Park, Minggu (27/1/2013), usai mengalahkan rivalnya dari Inggris Raya, Andy Murray. Kemenangan ini pun membuat petenis berusia 25 tahun tersebut mencatat sejarah sebagai orang pertama yang menjadi juara tiga kali berturut-turut Australia Terbuka di era profesional.

Namun, keberhasilannya tersebut tak dirayakan secara berlebihan seperti dalam tiga momen terdahulu (saat juara tahun 2008, 2011, 2012). Jika sebelumnya Djokovic selalu melakukan selebrasi hingga tengah malam dan melakukan sesi foto apda bagi berikutnya, maka kali ini Djokovic malah langsung memesan tiket untuk penerbangan Senin pagi.

Apa alasan Djokovic melakukan hal tersebut? Ternyata, peraih enam gelar grand slam ini sudah membidik gelar grand slam berikutnya yang belum pernah diraih, yaitu Perancis Terbuka.

Memang, event di Roland Garros itu baru akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Tetapi dalam persiapan menuju grand slam itu, Djokovic memiliki sejumlah kesempatan untuk tampil di turnamen lapangan tanah liat, termasuk lebih dulu membela negaranya di ajang Piala Davis, pekan depan.

Sejauh ini, Djokovic sudah meraih enam gelar grand slam, yaitu empat di Australia Terbuka dan dua lainnya di Wimbledon dan AS Terbuka 2011. Tahun lalu, Djokovic nyaris menyempurnakan pencapaiannya dengan menjuarai seluruh grand slam ketika menembus final Perancis Terbuka. Sayang, dia gagal menjegal si raja lapangan tanah liat asal Spanyol, Rafael Nadal.

"Tentu saja, saya ingin melakukan segala cara di Perancis Terbuka," ujar Djokovic dalam jumpa pers pasca-pertandingan selepas tengah malam.

Dia menegaskan bahwa targetnya tahun ini adalah mewujudkan semua impiannya, yaitu menjadi juara di Roland Garros serta tetap menjadi nomor satu dunia.

"Saya akan mengambil semuanya," ungkap Djokovic. "Saya tak memiliki alasan untuk tidak percaya pada diri sendiri."

Dia pun meminta maaf kepada para wartawan, karena melewati jumpa pers pasca-kemenangan yang biasanya berlangsung pada hari Senin. Hal tersebut sudah menjadi tradisi.

"Alasan utama adalah karena saya ingin pergi ke Eropa secepat mungkin, sehingga saya bisa siap untuk pertandingan Piala Davis," jelas Djokovic, yang memimpin negaranya untuk pertama kali menjuarai Piala Davis pada tahun 2010. "Saya mengharapkan pengertian kalian untuk itu."

Setelah melewati jumpa pers, Djokovic pun menyapa para penggemarnya lewat internet pada pukul 4.10 pagi. Dia hanya ingin berterima kasih atas semua dukungan yang sudah diterimanya.

"Para sahabatku," tulis Djokovic dalam blog pribadi, yang juga disebar lewat Twitter. "Saya berbaring di tempat tidur sekarang dan berpikir 'Novak, anda empat kali juara AO (Australia Open),' itu sudah merupakan sesuatu, bukan?

"Ini merupakan awal tahun!" tulis Djokovic, menjelang penerbangannya. "Banyak hal menanti di depan kita, dimulai besok pagi... Nantikan."

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.