PAMEKASAN, KOMPAS.com -- Buruknya pelayanan PDAM Ranting Tlanakan, Kecamatan Pamekasan, Jawa Timur, yang diberikan kepada pelanggannya, membuat para pelanggan kesal. Buntut kekesalan itu dilakukan warga dengan mendatangi kantor PDAM Cabang Pamekasan di Jalan Kabupaten, Senin (28/01/2013).
Ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang tua datang menggunakan kendaraan roda empat terbuka, dilengkapi dengan dua pengeras suara. Mereka datang dengan membawa poster bertuliskan di antaranya, "Pimpinan Ranting PDAM Tlanakan Mundur", "Saya Butuh Air Minum", "Kontribusi PDAM kepada Masyarakat Tidak Adil."
Junaidi, koordinator aksi menjelaskan, masyarakat Kecamatan Tlanakan sudah empat bulan tidak mendapatkan air. Itu disebabkan kinerja PDAM Tlanakan tidak pernah maksimal dan terkesan tebang pilih. Kontribusi PDAM Tlanakan tidak adil karena meskipun air macet, pelanggan masih dikenai biaya.
"Kondisi seperti sangat parah dan kami minta pimpinan PDAM Tlanakan supaya mundur. Yang sangat kami sesalkan, PDAM tidak pernah memberikan bantuan air selama air macet. Padahal kami sudah berkali-kali menyampaikan hal ini kepada PDAM," ungkap Jailani.
Menjawab tuntutan tersebut, Iskandar, Direktur Teknik PDAM mengatakan, macetnya air di daerah Tlanakan karena sumber air di unit empat Desa Bukek perlu dibor ulang. Sebab airnya sudah semakin kecil dan menyusut. Untuk melakukan pengeboran, masih membutuhkan waktu agak lama karena terkendala administrasi pelelangan.
"Pengeboran tidak bisa cepat karena kami masih akan melakukan pelelangan," katanya, diikuti teriakan pendemo.
Terkait dengan droping air ke rumah-rumah pelanggan, pihaknya berjanji setelah pendemo pulang ke rumahnya, langsung akan dikirim oleh petugas PDAM.
"Kalau ranting PDAM Tlanakan belum bisa mengatasi, maka dari cabang PDAM yang akan mengirim airnya ke rumah kalian," ungkapnya.
Sementara terkait dengan permintaan pemecatan, Abdul Jadlil, kepala unit PDAM Tlanakan, bukan kewenangannya. Karena yang berhak adalah pimpinan yang paling atas.
"Aspirasi kalian akan kami tindaklanjuti kepada pimpinan biar segera ditindaklanjtui," ujarnya.
Mendapat janji-jani semacam itu, warga tidak mudah percaya. Mereka berjanji, jika dalam waktu tiga hari tidak ada tindakan konkrit, mereka akan demo lagi dengan jumlah massa yang lebih banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.