03 April 2013

KOMPAS.com: Udang Kecebong Bukan Fosil Hidup

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Udang Kecebong Bukan Fosil Hidup
Apr 2nd 2013, 23:49

Udang Kecebong Bukan Fosil Hidup

Penulis : Fifi Dwi Pratiwi | Rabu, 3 April 2013 | 05:43 WIB

Dibaca:

Africa Gomez Udang Kecebong Eropa, Triops cancriformis, bukanlah fosil hidup seperti yang diduga sebelumnya.

KOMPAS.com - Istilah "fosil hidup" dapat menimbulkan salah pemahaman karena istilah itu bisa diartikan proses evolusi pada hewan yang 'dihadiahi' istilah tersebut telah berhenti.

Udang kecebong  (Triops cancriformis) secara umum dikenal sebagai fosil hidup karena bentuknya yang sangat mirip dengan nenek moyangnya. Namun, sebuah hasil penelitian terbaru mengungkapkan ternyata hewan tersebut bukanlah fosil hidup, karena usia mereka jauh lebih muda dari nenek moyangnya.

Peneliti menganalisis rangkaian DNA dari semua jenis udang kecebong yang telah teridentifikasi dan DNA dari kelompok crustaceae seperti kutu air dan udang brine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang kecebong telah mengalami beberapa kali siklus perluasan evolusi dan kepunahan.

Udang jenis ini tergolong kelompok spesies kriptik, kelompok hewan yang keragaman genetiknya tinggi namun secara penampakan sangat mirip. Penelitian ini mengungkapkan total ada 38 spesies, dan kebanyakan dari spesies tersebut belum banyak tergambarkan.

Karena morfologinya yang sangat mirip, menentukan fosil pada spesies yang tepat pun merupakan satu tantangan tersendiri. Beberapa fosil berusia 250 juta tahun  ditetapkan satu spesies dengan Triops cancriformis, akan tetapi hasil studi terbaru yang dilakukan Africa Gómez menunjukan spesies ini baru berevolusi  sejak 25 juta tahun lalu.

Oleh sebab itu, penggunaan istilah "fosil hidup" pada kelompok hewan spesies kriptik bisa menimbulkan kesalahpahaman.

"Fosil hidup berevolusi seperti halnya organisme lainnya. Mereka hanya kebetulan mendapat bentuk tubuh yang baik yang bisa bertahan seiring jalannya waktu" ungkap Gómez dalam pernyataannya  sebagaimana dikutip LiveScience hari Selasa (2/4/2013).

"Meski tampilan luar hewan ini sangat mirip dengan fosil kecebong laut dari zaman dinosaurus, akan tetapi DNA dan strategi reproduksi mereka yang relatif tersembunyi, berevolusi secara konstan" kata Gómez.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.