25 April 2013

KOMPAS.com: Tamerlan Tsarnaev Korban Cuci Otak

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Tamerlan Tsarnaev Korban Cuci Otak
Apr 24th 2013, 23:26

Tamerlan Tsarnaev Korban Cuci Otak?

Kamis, 25 April 2013 | 05:22 WIB

Dibaca:

Tamerlan Tsarnaev Korban Cuci Otak? Salah satu dari dua orang yang diduga pelaku peledakan di Boston Marathon, yang gambarnya dirilis FBI, Kamis (18/4/2013) siang waktu setempat. AFP/STAN HONDA

MARYLAND, KOMPAS.com - Dari seorang atlet tinju yang bercita-cita bertanding di Olimpiade tiba-tiba diduga menjadi bagian dari aksi kelompok radikal, Tamerlan Tsarnaev disebut telah mengalami 'cuci otak'. Kecurigaan ini dilontarkan paman dari Tsarnaev bersaudara, Ruslan Tsarni. Seorang teman Tamerlan di Cambridge, Massachusetts, disebut Ruslan sebagai pelaku cuci otak itu.

"Orang ini telah mengambil otaknyaN(Tamerlan). Dia mencuci otak (Tamerlan) sepenuhnya," kata Ruslan seperti dikutip dari CNN. Ruslan tak menyebutkan nama orang yang dia maksudkan, tetapi kantor berita Associated Press mengutip anggota lain keluarga Tsarnaev, yang menyebut nama 'Misha' sebagai teman Tamerlan itu.

Kakak ipar Tamerlan, Elmirza Khozhgov mengatakan dia pernah dikenalkan pada seseorang bernama Misha, yang adalah mualaf asal Armenia. Elmirza mengaku tak diberitahu siapa nama lengkap Misha. "Bagi saya, sepertinya Misha punya pengaruh pada Tamerlan, yang juga mendorongnya menyerah bertinju," kata dia pada CNN.

Elmirza pun menuturkan Tamerlan pernah mengatakan padanya bahwa keputusannya meninggalkan tinju dan musik adalah berdasarkan pendapat Misha. Menurut Elmirza, Misha mengajarkan pada Tamerlan bahwa tinju dan musik tidak baik menurut keyakinannya.

Misha, lanjut Elmirzha, mengajari Tamerlan lebih dekat dengan agama. "(Tapi) aku tak melihatnya membuat Tamerlan menjadi radikal," ujar dia. Namun, Elmirza mengaku terakhir kali bicara dengan Tamerlan maupun adiknya, Dzhokhar Tsarnaev, sejak 2010.

Komunitas Islam di Boston kepada CNN mengatakan sejauh ini tidak mengenal seseorang yang cocok dengan gambaran tentang 'Misha' di dalam kelompoknya. "Kami mencari dia," kata juru bicara komunitas itu, Nichole Mossalam.

Kepada CNN, Ruslan pun mengatakan sangat penasaran dengan orang yang dia tuduh telah mencuci otak keponakannya tersebut. Dia pun sudah menelepon koleganya di Cambridge untuk ikut menyelidiki soal 'Misha'.

Editor :

Palupi Annisa Auliani

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.