JENEWA, KOMPAS.com - Pemerintah Swiss, Rabu (24/4/2013) waktu setempat, menyatakan akan membatasi pemberian izin tinggal untuk pendatang dari kawasan Eropa Barat. Kebijakan ini dibuat sebagai respons terus datangnya orang-orang dari kawasan tersebut untuk bekerja.Kebijakan akan diberlakukan Mei 2013.
Berdasarkan klausul 'perlindungan' dalam perjanjian Swiss dengan Uni Eropa, negara tersebut dapat memberlakukan pembatasan izin tinggal jangka panjang bagi warga dari delapan negara di kawasan Eropa Timur. Pemerintah Swiss mengatakan pembatasan serupa diharapkan juga bisa berlaku bagi warga dari negara-negara Eropa Barat dan Selatan, dimulai dengan pembatasan izin tinggal selama setahun yang akan efektif berlaku per Mei 2013.
Tapi, Swiss akan memberikan perlakukan berbeda, tergantung dari seberapa lama negara asal para pendatang itu telah bergabung ke Uni Eropa. Untuk warga dari negara-negara yang baru belakangan bergabung ke Uni Eropa, Swiss berencana membatasi maksimum 2.180 izin tinggal yang akan dikeluarkan. Sedangkan untuk negara-negara 'lama' di Uni Eropa, izin tinggal jangka panjang di Swiss akan tersedia maksimal 53.700.
Pernyataan dari Pemerintah Swiss menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir orang asing yang datang ke negara itu untuk bekerja jumlahnya 80 ribu lebih banyak daripada yang meninggalkan Swiss. Pembatasan penerbitan izin tinggal jangka panjang, disebut akan membantu para pendatang lebih dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Catherine Ashton, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, mengecam peraturan baruimigrasi Swiss ini. "Kebijakan ini mengabaikan manfaat besar pergerakan orang-orang itu, baik bagi Uni Eropa maupun Swiss," ujar dia dalam sebuah pernyataan.
Editor :
Palupi Annisa Auliani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.