JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memasuki fase konsolidasi pada awal pekan ini, Senin (22/4/2013).
Peluang kenaikan indeks mengikis penurunan pada akhir pekan lalu, berhadapan dengan tekanan ambil untung yang masih menggelayuti mengingat valuasi indeks yang sudah tinggi.
Sentimen positif datang dari hijaunya bursa global, khususnya Wall Street, di perdagangan akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,07 persen ke level 14.547; Indeks S&P500 naik 0,88 persen ke level 1.555 dan Indeks Komposit melonjak 1,25 persen ke level 3.206.
Pada perdagangan Jumat (19/4/2013)lalu, IHSG ditutup turun 14,18 poin (0,28 persen) ke level 4.998,46 dengan jumlah transaksi sebanyak 13,5 juta lot atau setara dengan Rp 6,7 triliun.
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 229 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli antara lain BBRI, PWON, TLKM, IMAS dan KLBF.
Mata uang rupiah terapresiasi ke level Rp 9.705 per dollar AS. Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, pelemahan IHSG merupakan konsolidasi yang wajar setelah IHSG berhasil menembus level psikologis pada level 5.000.
Untuk awal pekan ini diperkirakan IHSG akan menguat, hal ini terlihat dari price action intraday yang berhasil mencetak level all time high yang juga didukung oleh indikator MACD yang berpeluang membentuk golden cross. Dengan level dukungan di 4.950 dan resisten di 5.100. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BBKP, GJTL dan KLBF.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.