JAYAPURA, KOMPAS.com--Staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto mengatakan perlunya pemerintah dan instansi terkait membangun sebuah museum peninggalan Perang Dunia II di Kampung Puay, distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.
"Saya kira perlu dibangun museum Perang Dunia II di Kampung Puay. Museum ini selain berfungsi untuk melestarikan peninggalan Perang Dunia II yang terbilang cukup banyak dan juga berfungsi sebagai obyek wisata sejarah," katanya kepada ANTARA Jayapura, Sabtu.
Menurut dia, Kampung Puay pada masa Perang Dunia II sewaktu tentara Jepang melakukan invasi ke Asia Pasifik dan menduduku Irian Jaya (Papua,red) merupakan salah satu tempat persembunyian dari kejaran tentara sekutu pimpinan Jenderal Douglas McArthur.
Sehingga kampung yang berbatasan langsung dengan Kampung Yoka, distrik Heram, Kota Jayapura itu mempunyai peninggalan-peninggalan perlengkapan tentara "Negeri Matahari" Jepang itu. "Termasuk sejumlah tulang-tulang tentara Jepang masih ada di Kampung Puay," katanya.
Dan berdasarakan survei arkeologi oleh Pusat Arkeologi Nasional Jakarta dan Balai Arkeologi Jayapura pada pertengahan Maret 2013 di Kampung Puay pihaknya berhasil menemukan sejumlah perlengkapan tentara Jepang peninggalan Perdang Dunia II.
"Pada 13 Maret lalu Balai Arkeologi Jayapura dan Arkeologi Nasional Jakarta lakukan survey di Kampung Puay Kabupaten Jayapura dan menemukan sejumlah barang peninggalan Perang Dunia II," katanya.
Hari menjelaskan barang-barang peninggalan tentara Jepang tersebut antara lain perlengkapan perang berupa botol minuman alumunium, helm baja dan panci lapangan alumunium. "Jadi ada panci, helm dan sejumlah barang lainya yang berhasil kami temui saat survey pada pekan lalu," katanya.
Serta berdasarkan pengakuan dari Kepala Kampung Puay Besazar Doyapo diketahui bahwa sebuah senapan mesin model 92 kaliber 7,7 mm peninggalan tentara Jepang telah diambil dari kampung tersebut dan menjadi koleksi rumah tahanan militer Kodam XVII Cenderawasih di Waena, Kota Jayapura. "Pak kepala kampung Belsazar Doyapo juga sampaikan bahwa ada senapan mesin yang telah menjadi koleksi di rumah tahanan milier Kodam Cenderawasih," katanya.
Dengan adanya temuan perlengkapan tentara Jepang di Kampung Puay, Kabupaten Jayapura tersebut,lanjut Hari, hal itu membuktikan bawah Kampung Puay pada masa Perang Dunia II menjadi tempat perlindungan tentara Jepang setelah markas mereka di Bandara Sentani dikuasai oleh tentara Amerika di bawah kendali Jenderal McArthur.
"Penemuan ini membuktikan bahwa adanya saksi-saksi bisu tentara Jepang pada masa Perang Dunia II pernah menyelamatkan diri di Kampung Puay dari kejaran tentara Amerika," katanya.
Saat ini, lanjut alumni Universitas Udayana Bali itu, banyak peninggalan Perang Dunia II di Kampung Puay yang telah dijual warga sebagai besi tua. "Informasi lainya juga didapatkan bahwa peninggalan Perang DUnia II di Kampung Puay sudah ada yang dijual ke pengumpul besi tua," katanya menyayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.