KEFAMENANU, KOMPAS.com - Dalam rangka mengisi liburan Paskah, sedikitnya 16 orang anak yang masih bersekolah di SD dan SMP di Desa Haumeni dan Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, berjualan jambu monyet (klutuk).
Jambu klutuk itu mereka petik di hutan, dan masing-masing jambu kemudian dirangkai dengan tali, dibuatkan menjadi 10 sampai 20 ikatan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.
Kemudian, rangkaian jambu itu digantungkan di sebuah kayu agar bisa dipikul di bahu. Setelah itu, para bocah ini berjalan kaki dari hutan menyusuri jalan sejauh 17 kilometer menuju pasar di Kota kefamenanu, ibukota Kabupaten TTU.
Dua orang anak, masing-masing Antonius Kolo (14) dan Fransiskus Suni (9) kepada Kompas.com, Kamis (28/3/2013) kemarin, mengaku jambu yang mereka jual itu untuk untuk bekal uang saku saat masuk sekolah, termasuk untuk membeli buku.
"Tadi saya bawa 20 ikat dan sekarang hanya tersisa delapan ikat saja. Satu ikatnya saya jual dengan harga Rp 2.000. Uang yang kami dapat untuk beli buku dan jajan saat sekolah nanti. Kami tidak jualan rutin setiap hari, tetapi pada saat libur seperti ini," kata Antonius yang diamini Fransiskus.
Menurut Antonius, jambu klutuk yang mereka jual itu sangat diminati oleh warga, hal itu terbukti dengan selalu ludesnya jambu yang mereka jual sebelum sore hari. "Kami mulai keluar dari kampung dengan membawa jambu, pagi-pagi sekali, sekitar pukul 5.30 Wita dan Biasa sekitar pukul 13.00 sampai 14.00 semua jualan habis di tangan," ujar Antonius.
Keduanya bersama teman-teman yang lain tidak merasa malu dan rendah diri melakoni hal itu. Menurut mereka, kegiatan itu telah diketahui dan direstui oleh orangtua masing-masing. "Sebelum keluar rumah orangtua selalu berpesan agar hati-hati dalam perjalanan," kata Antonius.
Editor :
Glori K. Wadrianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.