27 Maret 2013

KOMPAS.com: Sekolah Disegel Ratusan Murid Telantar

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Sekolah Disegel Ratusan Murid Telantar
Mar 27th 2013, 03:08

PAREPARE

Sekolah Disegel Ratusan Murid Telantar

Penulis : Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin | Rabu, 27 Maret 2013 | 09:27 WIB

Dibaca:

Sekolah Disegel Ratusan Murid TelantarKOMPAS.COM/SUDDIN SYAMSUDDIN Sekolah Disegel Ratusan Murid Terlantar

PAREPARE, KOMPAS.com - Ratusan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Kota Parepare, terpaksa tidak bisa belajar seperti biasanya, karena sekolah mereka disegel. Pihak ahli waris sekolah tersebut, Syarif Husain, menyegel sekolah karena pemerintah kota tidak kunjung membayar tanah kepada pihak keluarga.

Ratusan siswa dan guru SDN 11 di kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare Sulawesi Selatan, terpaksa telantar di jalan di depan sekolah. Mereka tidak bisa masuk sebab pintu gerbang sekolah tersebut disegel oleh pihak ahli waris lahan, dengan memberikan, papan segel bertuliskan, "disegel belum dibayar, tanah ini milik, H. Husain."

"Kami tidak akan membuka segel yang kami pasang, hingga Pemerintah Kota membayar tanah seharga Rp 600 juta, atau dengan solusi pihaknya pihak pemerintah membuat kesepakatan kepada ahli waris, yang di dalamnya akan membayar. Jika tidak, keluarga kami sampai kapan pun tidak akan membuka segel sekolah ini," kata Syarif di depan polisi yang berusaha memediasi, di depan SDN 11, Rabu (27/3/2013).

Sementara pihak Dinas Pendidikan Kota Parepare yang mendengar hal ini, langsung mendatangi sekolah tersebut. Kepala bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Parepare, Arifuddin, mengaku bingung dengan kasus ini. Arifuddin mengaku tidak mau lagi memikirkan hal ini, itu urusan pemkot dengan pemilik lahan.

"Yang menjadi tugas kami hari ini, adalah bagaimana caranya ratusan murid ini, bisa belajar seperti biasanya, apakah kita mencarikan sekolah lain yang lebih dekat, atau belajar di bawah kolong rumah warga, itu kita menunggu keputusan dari Bapak Kadis Pendidikan Drs Mustafa Mappangara," kata Arifuddin. 

Editor :

Glori K. Wadrianto

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.