WONOSOBO, KOMPAS.com - Kendati masih dalam kondisi bahaya, puluhan pengungsi dari Dusun Garung Cangak, Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (26/12/2012), nekat pulang ke rumah untuk bertani. Mereka khawatir tanaman yang sedang memasuki musim panen mati karena tidak dirawat.
"Ini sedang mau musim panen kentang. Jadi saya kalau siang pulang dulu, malamnya balik lagi ke pengungsian," tutur Waluyo (32), salah satu pengungsi.
Suharti (27), petani salak mengaku saat ini juga sedang musim panen salak, sehingga banyak warga yang pulang ke rumah masing-masing untuk memanen salak. Selain itu, mereka juga memberi makan hewan ternak.
Kendati demikian, Camat Sukoharjo, Dudi, tetap meminta warga kembali ke pengungsian pada malam hari, sebab hujan deras masih terus mengguyur wilayah itu.
"Pergerakan tanah masih terjadi dan sangat membahayakan, apalagi sudah ambles sedalam tiga meter," ujarnya.
Tanah ambles di bukit setinggi 50 meter pada Selasa malam lalu berpotensi memicu longsor besar. Bahkan posisi tanah sudah ambles 1,5 meter dan bergeser sekitar 3 meter. Guna menghindari terjadinya longsor, ratusan warga yang berada di kawasan pemukiman padat penduduk di bawah bukit dievakuasi ke lokasi aman.
Pihak pemkab sudah menginstruksikan pembuatan dapur umum di lokasi pengungsian. Termasuk menyediakan kasur dan selimut untuk para pengungsi. Bantuan logistik dan peralatan dapur juga diupayakan di lokasi pengungsian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.