JAKARTA, KOMPAS.com - Tanah galian di Kali Pesanggrahan belakang proyek Apartemen Puri Park, Kembangan, Jakarta Barat mulai meresahkan warga. Pasalnya, banyak anak yang bermain di gundukan tersebut. Padahal, gundukan tanah itu sangat berbahaya, karena telah merenggut nyawa tiga anak pada Senin (24/12/2012) lalu.
"Saya sering banget melarang anak-anak main air di gundukan tanah itu," kata Murhali (65), penjaga tanaman di sekitar gundukan pada Rabu (26/12/2012).
Dia mengatakan, tanah yang membentuk kolam tersebut sering dibuat berenang anak-anak di sekitar lokasi gundukan. Bentuk tanah yang mirip perosotan membuat anak-anak gemar bermain air di gundukan tanah merah galian tersebut. Menurut dia, banyak juga anak yang tidak mengerti tekstur tanah yang lembek berbahaya karena dapat menyebabkan longsor. Tanah tersebut bisa membuat anak yang bermain perosotan terperosok dan sulit keluar dari longsoran tanah.
Senin lalu, tiga anak yang bermain air di gundukan tanah tersebut tewas terbawa arus dan terkena longsoran tanah di sekitar gundukan. Tiga anak tersebut Puji Maulana (12), Reza Aditya (12), dan Muhammad Sulton (10) bermain air dan berenang di gundukan tersebut.
Salah seorang korban, Puji Maulana (12), ditemukan tenggelam di sekitar gundukan tersebut dalam posisi sebagian tubuhnya terperosok di tanah merah dasar kali. Diduga ia terserosok saat bermain perosotan di lokasi tersebut.
"Puji ditemukan dengan posisi sebagian kakinya terperosok di dalam tanah," kata Sarief, ayah Puji.
Kepala Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Barat, Gamal mengatakan, supaya orangtua selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain air saat hujan. Bahaya air pasang di kali dapat menyebabkan bahaya untuk anak.
Selain itu, kata Gamal, pihaknya sudah memberikan santunan kepada tiga korban yang meninggal di Kali Pesanggrahan Sabtu lalu. Akan tetapi salah satu korban yang bernama Sulton belum sempat diberikan karena keluarganya sedang berada di Jawa Tengah. Saat itu Sulton ke Jakarta untuk menikmati liburan sekolah, namun sayang nyawanya terenggut setelah bermain air.
Editor :
Hertanto Soebijoto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.