JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang yang mengaku pengamen melakukan aksi penodongan di dalam angkutan umum 06A jurusan Kampung Melayu-Gandaria, tepatnya di Jalan DI Panjaitan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2012) malam. Satu orang tewas tiga lainnya luka-luka dalam aksi kriminal sadis itu.
Korban tewas diketahui bernama Haerudin (42). Adapun tiga orang yang menderita luka bernama Rifki Firmansyah (17), M Abduloh Azam (16) dan Muhammad Marfaiz Nurajri (17). Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur.
Rifki menuturkan, kejadian itu terjadi saat ia dan tiga rekannya hendak pergi merayakan tahun baru di Yoyakarta melalui angkutan umum kereta di Stasiun Senen. Namun, mereka melampaui jadwal kereta sehingga ketiganya berencana menginap di rumah Azam di Depok, Jawa Barat.
"Di tengah jalan ada dua pengamen naik. Satu di pintu, satu di dalam. Pertama nyanyi-nyanyi biasa, lama-lama ngeluarin belati nodong kita," ujar Rifki saat ditemui Kompas.com di ruangan Instalasi Gawat Darurat RS UKI, Sabtu dini hari.
Melihat salah satu pelaku menodongkan belati, para penumpang pun terkejut. Terlebih, salah seorang pelaku sempat menusuk-nusukan belati ke paha Rifki.
"Terus kakek-kakek itu belain saya, saat itu juga kita bertiga langsung lompat dari angkot," lanjut Rifki.
Ketiga remaja tersebut pun tak mengetahui lagi kejadian selanjutnya yang menimpa pria tua di dalam angkot tersebut. Ketiganya yang mengalami luka lecet di sekujur tangan dan tubuh pun ditolong Polisi Lalu Lintas yang kebetulan tengah lewat dan dibawa ke Rumah Sakit UKI untuk dirawat.
Menurut Rifki, saat kejadian berlangsung, di dalam angkutan umum terdapat delapan orang. Yakni satu orang sopir, satu orang penumpang wanita di depan, satu orang pria tua, ia dan kedua rekannya serta dua pelaku yang diketahui masih berusia remaja.
Nahas, Haerudin rupanya tewas. Jasad pria tua malang tersebut ditemukan dalam kondisi luka benturan benda tumpul di bagian kepala Jalan DI Panjaitan, tepatnya di dekat Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Jasadnya dibawa ke ruangan jenazah Rumah Sakit UKI menunggu keluarga.
Kini, korban luka masih dirawat intensif di UGD Rumah Sakit UKI. Sementara jasad korban meninggal juga masih disemayamkan di rumah sakit yang sama. Pihak keluarga korban luka dan meninggal diketahui telah datang ke rumah sakit. Adapun, sang sopir angkutan umum telah diamankan di Kantor Polsek Jatinegara.
Editor :
Hertanto Soebijoto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.