TAIPEI, KOMPAS.com - Sekitar 1.369 warga Taiwan hari Minggu (2/12/2012) membentuk barcode QR dalam sebuah acara yang dirancang untuk mempromosikan pulau itu ke dunia internasional. Kampanye membentuk barcode manusia ini dalam upaya mendorong warga dunia semakin menggunakan telepon pintarnya yang bisa membaca barcode.
Kode QR merupakan hal umum digunakan untuk pengguna langsung akses ke situs web, vedio atau situs media sosial.
Kantor berita AFP hari Minggu memberitakan, membentuk kode QR yang ditandai dengan kata "Hi" berwarna biru di tengah ini, melibatkan sekitar 1.369 warga Taiwan. Mereka membawa payung dan membentuk barcode raksasa di Taipei City Hall, Taiwan.
Pihak penyelenggara menegaskan, aksi ini untuk mempromosi Taiwan. "Ada banyak cara untuk mempromosikan citra Taiwan, dan kami memilih cara yang khas untuk ini," ujar juru bicara dari Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Sayling Wen.
"Sepanjang telepon pintar digunakan untuk mengambil foto dari tanda dagang ini, maka mereka dapat dengan mudah terhubung dengan situs web kami di mana ada sejumlah gambar warna warni indah soal Taiwan bisa di akses di sana. Kami akan terus meningkatkan gambar yang terbaik dan terakhir dalam situs web itu," tambahnya.
Sejumlah pegawai dari perusahana Taiwan seperti Eva Air atau pun perusahaan Giant yang membuat sepeda ambil bagian dalam aksi ini.
Taiwan terisolasi secara politik sejak pecah dari China daratan tahun 1949 menyusul perang sipil di sana. Beijing sejauh ini menetapkan Taipei sebagai wilayahnya yang membelot. China selalu mengajukan protes apabila Taiwan disebut sebagai negara dalam berbagai peristiwa atau konferensi internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.