BEKASI, KOMPAS.com-Tim penyidik Kepolisian Sektor Medan Satria terus mendalami guna mengungkap perampokan terhadap pegawai dan satuan pengamanan SPBU yang akan menyetorkan uang hasil penjualan BBM senilai Rp 700 juta yang terjadi di Jalan Sultan Agung, Medan Satria, Kota Bekasi, Rabu (26/12/2012) pukul 13.30.
"Kami terus dalami sampai menyelidiki para pegawai SPBU. Ada dua pegawai SPBU bawa uang setoran kok bisa diketahui orang lain. Artinya, pelaku tahu betul korban membawa uang banyak," kata Kepala Kepolisian Sektor Medan Satria Komisaris Triyono, Jumat (28/12/2012).
Selain meminta keterangan dari dua pegawai SPBU yang menjadi korban perampokan, penyidik memeriksa beberapa pegawai SPBU dan sejumlah warga yang menjadi saksi karena melihat langsung perampokan itu.
Ditanya tentang indikasi keterlibatan orang dalam, Triyono menyatakan belum bisa memastikan. Hanya saja, ada hal yang mengganjal dan janggal dari kejadian yang dilaporkan kedua korban itu.
"Setelah diancam dan ditanya mana uangnya, sopirnya sempat turun dari jok. Pelaku lainnya mengambil duit yang ditaruh di tas dan kantong plastik yang diletakkan di jok belakang sopir," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pegawai SPBU bernama Yusar Herdianto (58) dan satpam bernama Imron (37) saat mengendarai Nissan Terrano hijau dirampok ketika hendak membawa uang untuk disetorkan ke Bank Mandiri KCP Grand Mall, Kranji, Bekasi Barat.
Uang setoran itu berasal dari tiga SPBU di wilayah Perwira, Perumahan Chandrabaga dan Pondok Ungu Permai. Mengendarai Nissan Terrano warna hijau bernomor polisi B 668 RB, Imron yang duduk di belakang kemudi, sementara Yusar di kursi kiri.
"Sudah sering kami setor ke bank, setiap hari bergantian, tergantung shift. Hari ini kebetulan saya setoran bareng Imron," kata Yusar. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Sultan Agung KM 28, RT 003 RW 01, Medansatria, Kota Bekasi, tiga sepeda motor berpenumpang enam orang menghalangi laju mobil mereka. Selain memecah kaca kiri mobil, pelaku juga mengancam keduanya.
Tiba-tiba dua orang pelaku yang di belakang membuka pintu. Mereka langsung mengambil tiga tas dan satu plastik berisi uang sekitar Rp 700 juta. Kawanan perampok itu sempat meletuskan senjata api sebanyak tiga kali sebelum pergi meninggalkan lokasi. Mereka terlihat mengenakan jaket dan helm dan kabur ke arah Kranji atau timur.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.