29 Desember 2012

KOMPAS.com: Ilham: Rambusolo Harus Terus Menjadi Tradisi

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Ilham: Rambusolo Harus Terus Menjadi Tradisi
Dec 28th 2012, 17:59

Ilham: Rambusolo Harus Terus Menjadi Tradisi

Sabtu, 29 Desember 2012 | 00:12 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/UCENGHUSAIN Suasana pesta rambusolo diguyur hujan yang berlangsung di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (28/12/2012)

TORAJA, SULSEL, KOMPAS.com--Calon Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin menyatakan tradisi Rambusolo harus terus dilestarikan dan menjadi budaya di Sulsel dan Indonesia.

"Ini sudah menjadi tradisi di Toraja dan Sulsel dan harus dijaga dan dilestarikan," tutur Ilham disela kunjungan dalam kegiatan Rambusolo (pesta adat kematian), di Desa Tiromanda, Kecamatan Sababili, Kabupaten Toraja, Kamis.

Menurutnya, ritual adat Rambusolo merupakan salah satu kebanggan dan daya tarik bagi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.

"Toraja sudah sangat terkenal di luar negeri dan ini menjadi nilai jual kita di Sulsel dan Indonesia sebagai salah satu tempat wisata dengan nilai budaya yang masih kental," tuturnya.

Selain itu, Ilham menegaskan, akan memprioritaskan budaya di Tanatoraja dengan segala sumbar daya wisata yang dapat dikelola secara profesional.

"Ini yang harus diperhatikan, Toraja sudah sangat terkenal dan berpotensi cukup besar dalam hal pariwisata," ujarnya.

Pada kesempatan itu Wali Kota Makassar dua priode ini juga menyumbangkan satu kerbau sebagai wujud ikut berduka cita terhadap almarhum Bertha Kala Lebang yang meninggal enam bulan lalu dan hari ini di Rambusolo kan.

Sebelumnya, perayaan kematian almarhum Bertha Kala Lebang yang tutup usia pada 91 tahun itu berlangsung khidmat.

Prosesi adat itu dinamai 'Mappasonglo' atau jenazah diarak dari Tongkonan menuju rumah duka di salah satu gereja setelah itu jenazah di kembalikan ke Tongkonan diikuti seluruh keluarga dengan membentangkan dan mengangkat kain merah sepanjang 24 meter.

Sebanyak 24 ekor kerbau disumbangakan sesuai jumlah keluarga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum. Nenek Tiromanda itu meningalkan 11 orang anak, 26 cucu dan cicit 18 orang.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.