03 Desember 2012

KOMPAS.com: "Gereja Transparan", Bukan Gereja Sebenarnya....

KOMPAS.com
News and Service // via fulltextrssfeed.com
"Gereja Transparan", Bukan Gereja Sebenarnya....
Dec 3rd 2012, 15:46

http://www.archdaily.com

"Gereja" ini terbuat dari 30 ton besi dan 2000 tiang. Tidak hanya itu, "gereja" ini juga terbuat dari pondasi beton. Dengan plat horizontal, konsep gereja tradisional diubah menjadi sebuah objek seni transparan.

http://www.archdaily.com

Gedung "gereja" ini tentunya tidak dapat digunakan sebagai gereja sebenarnya. Namun, meski tidak dapat memenuhi fungsi tersebut, "gereja" ini sangat berpotensi, terutama untuk keperluan artistik.

http://www.archdaily.com

Gedung "gereja" ini tentunya tidak dapat digunakan sebagai gereja sebenarnya. Namun, meski tidak dapat memenuhi fungsi tersebut, "gereja" ini sangat berpotensi, terutama untuk keperluan artistik.

KOMPAS.com - "Reading Between the Lines" atau "Membaca yang Tersirat" merupakan proyek dari duo Gijs Van Vaerenbergh. Duo ini adalah kolaborasi dua arsitek muda asal Belgia, Pieterjan Gijs dan Arnout Van Vaerenbergh.

Sejak 2007, keduanya merealisasikan proyek-proyek seni yang mereka tampilkan di ruang publik. Proyek yang mereka buat umumnya berdasarkan pada latar belakang arsitektural mereka. Salah satu proyek seni tersebut adalah "Membaca yang Tersirat".

Proyek tersebut bagian dari "pit", yaitu sebuah proyek artistik yang dibuat oleh sepuluh seniman di daerah Borgloon-Heers. "Pit" akan menjadi bagian pertama dari pameran yang diinisiasi oleh Z33, museum seni kontemporer di Hasselt.

Proyek tersebut bernama Z-Out. Konstruksi "Membaca yang Tersirat" mendasarkan desainnya pada gereja setempat.

"Gereja" ini terbuat dari 30 ton besi dan 2000 tiang. Tidak hanya itu, "gereja" ini juga terbuat dari pondasi beton. Dengan plat horizontal, konsep gereja tradisional diubah menjadi sebuah objek seni transparan.

Tergantung dari mana Anda melihatnya, "gereja" ini dapat tampak seperti gedung masif, atau bahkan gedung yang "hampir menghilang". Berbeda dengan penampilan bangunan ini dari luar, dari dalam, gedung ini justru tampak seperti deretan garis-garis abstrak. Garis-garis tersebut mengelilingi pemandangan di luar. Dengan demikian, baik gedung gereja maupun lanskap di sekelilingnya, keduanya dapat dipertimbangkan sebagai karya seni.

Namun, gedung "gereja" ini tentunya tidak dapat digunakan sebagai gereja sebenarnya. Namun, meski tidak dapat memenuhi fungsi tersebut, "gereja" ini sangat berpotensi, terutama untuk keperluan artistik.

(Sumber: http://www.archdaily.com)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.