KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB menyambut baik keberlanjutan hubungan Irak dan Kuwait. Catatan sejarah menunjukkan, kedua negara sempat bersitegang lantaran kebijakan Irak menginvasi Kuwait pada 1990.
Catatan warta AP pada Minggu (2/12/2012), dalam pernyataan bersama, 15 anggota DK PBB memberikan apresiasi terkait makin membaiknya hubungan itu. "DK PBB menyebut kedua hubungan itu makin membangun kepercayaan dan kerja sama. Hal ini akan memprkuat stabilitas regional," kata DK PBB.
Menurut Deputi Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah Khaled al-Hamad al-Sabah di Kuwait, pihaknya siap mengakhiri segala perbedaan pendapat dengan Irak dalam wadah resolusi internasional. Sheikh Sabah Khaled mengatakan hal ini di media massa milik pemerintah Kuwat, Al-Sabah, pada 19 November 2012.
Irak dan Kuwait tengah menggarap kerja sama di bidang penerbangan dengan dana tersedia 500 juta dollar AS. Dengan modal itu, keduanya bakal memperluas destinasi penerbangan Irak Airways ke negara-negara Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.