JAKARTA, KOMPAS.com - Maryono kini menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menggantikan Iqbal Latanro yang habis masa jabatannya hari ini. Namun saham BTN malah anjlok. Berdasarkan penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBTN ditutup melemah 20 poin (1,36 persen) menjadi Rp 1.450 per lembar saham.
Padahal sebelumnya saham BBTN masih bertahan di level Rp 1.470 per lembar saham. Padahal saham perbankan pelat merah lainnya masih positif di lantai bursa, kecuali saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang masih naik 300 poin (3,85 persen) menjadi Rp 8.100 per saham, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) stagnan di level Rp 6.950 per lembar saham dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang anjlok 50 poin (1,33 persen) menjadi Rp 3.700 per saham.
Sekadar catatan, Maryono adalah mantan Direktur Utama PT Bank Mutiara Tbk (BCIC). Bank tersebut semula bernama PT Bank Century Tbk yang mendapat fasilitas pendanaan jangka panjang dari pemerintah sebesar Rp 6,7 triliun.
Bank Century juga merupakan bank yang dahulu bermasalah karena pemilik bank dan direksinya menjual produk berbasis investasi bodong. Namun hasil investasinya malah diambil oleh pemiliknya sendiri. Kasus tersebut hingga saat ini belum tuntas karena dana nasabah sebagian besar juga belum kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.